Pintasan Pencarian

Semarak Pendidikan 2017

Bandung –

Dewasa ini pendidikan sedang mengalami kemajuan pesat. Salah satu kemajuannya yaitu digencarkannya pendidikan inklusif. Dengan adanya pendidikan inklusif semua siswa harus disatukan dalam suatu lingkungan yang tak membatasi (LRE), termasuk anak-anak yang memiliki hambatan. Pendidikan inklusif ini mungkin masih terlalu asing didengar sekalipun oleh tenaga pendidik. Maka dari itu dihelatkan suatu acara berupa Semarak Pendidikan yang akan memaparkan tentang peran tenaga pendidik dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Pada hari Sabtu tanggal 11 November 2017 berlangsung Seminar dan Talkshow dalam rangkaian Semarak Pendidikan dengan tema ‘Peran Tenaga Pendidik dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Indonesia’ yang berlokasi di Gedung Achmad Sanusi (BPU). Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan rektorat sekaligus yang membuka acara Semarak Pendidikan yang akan dilaksanakan dalam dua rangkaian kegiatan dalam dua pekan. Seminar dan talkshow diisi oleh pemateri yang telah berkompeten dalam pendidikan inklusif. Dalam seminar yang pertama mengisi adalah Dr. Praptono, M.Ed. Kasubdit Bina Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PKLK KEMENDIKBUD yang menyampaikan materi mengenai birokrasi dalam pendidikan inklusif kemudian dilanjutkan dengan pematerian yang disampaikan oleh Dr. Hidayat S. Dipl, M.Si selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Inklusif di Departemen Pendidikan Khusus UPI sekaligus Konsultan Pendidikan Inklusif Kota Bandung.

Dalam pemateriannya pak Praptono mengatakan bahwa ketika kita bertemu dengan anak, maka yang pertama kali dilihat adalah kemampuannya bukan hambatannya. Dalam pendidikan inklusif ini yang harus pertama kali kita upayakan adalah kemampuan yang akan kita optimalkan pada diri anak, dan tidak melihat pada apa yang menjadi hambatan anak. Setelah seminar, dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu oleh Wulan Yulian mahasiswa berprestasi sebagai moderator. Pemateri talkshow diisi oleh tiga orang yang telah berkompeten, yang pertama adalah Muharani Meisarah, S.Pd. selaku pendiri dan pimpinan Yayasan Cahaya Bunda, kemudian Eka Yuli Astuti, S.IP, M.Pd selaku orang tua murid sekolah inklusif sekaligus konsultan pendidikan inklusif kota bandung, dan terakhir oleh Mr. Shintarou Nagayama mahasiswa S2 program Disability Science di Universitas Tsukuba Jepang. Pematerian pada saat talkshow berlangsung sangat menarik, karena bu Sarah selaku pimpinan membawa serta beberapa orang siswa dari sekolahnya untuk membagikan pengalamannya bersekolah yang menerapkan pendidikan inklusif. Anak-anak yang dibawanya berasal dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, sampai SMA dan tiap jenjang ada dua orang perwakilannya.

Setelah seminar dan talkshow berakhir rangkaian semarak pendidikan berlanjut di pekan selanjutnya yaitu pada 16-17 November 2017 di acara MBBI (Mengenal dan Belajar SIBI). Pematerian pada MBBI ini diberikan oleh Adinda Meita Putri, S.Pd. selaku guru di SLBN Cicendo juga Pemenang Ketiga Sunsilk Hijab Hunt 2016, selanjutnya di hari kedua pematerian dilanjutkan oleh Retno Tris Wardani, S.Pd. yang saat ini berprofesi sebagai Guru Pembimbing Khusus. Dalam Semarak Pendidikan ini banyak peserta yang hadir dalam berbagai kalangan, bukan hanya mahasiswa yang turut berpartisipasi tapi juga dari guru maupun dosen. Rangkaian semarak pendidikan ini juga dimeriahkan oleh penampilan-penampilan menarik, seperti penampilan musik angklung dari SLB Wartawan, duet vocal dari SLB Pajajaran, dan penampilan lagu dan bahasa isyarat dari Adinda Meita Putri, S.Pd. yang merupakan Pemenang Ketiga Sunsilk Hijab Hunt 2016, serta penampilan musik dari bidang kesenian HIMA PKH FIP UPI. Diharapkan dengan adanya Semarak Pendidikan ini dapat menunjang pengetahuan dan kompetensi pendidik, calon pendidik, maupun akademisi lain yang telah berkecimpung aktif dalam dunia pendidikan yang nanti akan menerapkan pendidikan inklusif. Kemudian hal tersebut mendorong terciptanya layanan yang ramah pada semua anak dengan berbagai keunikan masing-masing.