PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BEM KEMA PENMAS 2025 ‘‘ENTREPRENEURSHIP 2.0 : PEMBENTUKAN POTENSI MENJADI AKSI WIRAUSAHA NYATA’’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bandung, 20 September 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) resmi menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan 2025 dengan tema “Entrepreneurship 2.0: Pembentukan Potensi menjadi Aksi Wirausaha Nyata.” Kegiatan ini dilaksanakan di Bookstore Lantai 3 FIP A dan dihadiri oleh 25 peserta dari Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia serta didukung oleh 5 mitra wirausaha.

Agenda pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Program Studi Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd yang menyampaikan sambutan secara daring. Beliau menyampaikan pesan bahwa pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa Prodi Penmas adalah program rutin yang diselenggarakan antara Prodi dengan BEM Kema yang diharapkan mampu membekali mahasiswa Prodi Penmas sebelum terjun ke dunia kerja untuk menumbuhkan pola pikir kreatif, adaptif, dan aplikatif dalam perjalanan mereka sebagai calon wirausaha muda, ujarnya dalam sambutan daring.

Kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi minat mahasiswa dalam dunia kewirausahaan, meningkatkan kreativitas, serta membangun growth mindset yang aplikatif dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan inovatif. Rangkaian kegiatan terdiri dari workshop interaktif, dan Focus Group Discussion (FGD) Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktis yang bermanfaat bagi pengembangan diri.

Pre-Test sebagai Pengukur Pemahaman Awal

Sebelum memasuki sesi inti, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test yang dirancang untuk mengukur pemahaman awal mereka terkait konsep kewirausahaan, mulai dari pengetahuan dasar, strategi pemasaran, hingga aspek pengelolaan usaha.

Hasil dari pre-test ini nantinya menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana peningkatan pengetahuan setelah mengikuti rangkaian pelatihan. Ini juga memberikan gambaran bagi peserta sehingga materi yang disampaikan dapat lebih relevan dan tepat sasaran. Bagi peserta sendiri, pre-test membantu menyadarkan posisi awal mereka dalam memahami kewirausahaan, sehingga lebih termotivasi untuk aktif menyerap ilmu selama pelatihan berlangsung.

Workshop oleh Pemateri yang Menginspirasi: sebagai Bekal Utama

 Dalam rangkaian workshop pelatihan kewirausahaan 2025 yang mengusung tema “Ignite the Future: Menyalakan Semangat, Menguatkan Langkah”, peserta mendapat pematerian mendalam dari Dr. Arief Yanto Rukmana, S.T., M.M. dengan topik “Ignite the Spark: Menyalakan Potensi, Membangun Aksi Wirausaha” Melalui sesi workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh teori kewirausahaan, tetapi juga diajak berdiskusi interaktif mengenai

strategi menghadapi tantangan bisnis modern, membangun mental tangguh, serta merancang inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Materi yang disampaikan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menumbuhkan pola pikir kreatif, adaptif, dan aplikatif dalam perjalanan mereka sebagai calon wirausaha muda.

Focus Group Discussion (FGD) sebagai Ruang Kolaborasi dan Inovasi

 

Setelah workshop, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu diskusi kelompok, pemaparan hasil diskusi, serta tanggapan dari pemateri. Dalam FGD ini, mahasiswa berkesempatan untuk mengolah ide-ide bisnis yang kreatif, mendiskusikan strategi pemasaran, hingga merancang solusi nyata untuk tantangan kewirausahaan.

Focus Group Discussion (FGD) menjadi ruang kolaboratif yang mendorong peserta untuk belajar tidak hanya dari pemateri, tetapi juga dari rekan sesama mahasiswa. Melalui interaksi ini, lahir berbagai gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif sesuai dengan realitas sosial dan peluang usaha yang ada di sekitar. Tanggapan dari pemateri kemudian memperkaya perspektif peserta, memberikan arahan strategis, serta menumbuhkan motivasi untuk mewujudkan ide menjadi aksi nyata. Kegiatan ini sekaligus memperkuat nilai peer learning, di mana mahasiswa belajar bersama, saling memberi masukan, dan membangun jejaring kewirausahaan yang berkelanjutan.

Post-Test sebagai Evaluasi dan Penutup

 Sebagai penutup rangkaian pelatihan hari pertama, peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman mereka meningkat setelah mengikuti sesi pematerian dan FGD. Hasil post- test ini bukan hanya mengukur efektivitas pelatihan, tetapi juga

menjadi refleksi bagi peserta mengenai perkembangan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh. Dengan adanya pre-test dan post-test, pelatihan ini dirancang tidak sekadar memberikan materi, tetapi juga memastikan adanya transformasi nyata dalam diri peserta.

Entrepreneurship 2.0: Dari Potensi Mahasiswa menuju Aksi Nyata untuk SDGs

Pelatihan kewirausahaan ini bukan sekadar program pengembangan diri, tetapi juga sebuah kontribusi nyata mahasiswa terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Beberapa poin penting yang tercermin dalam kegiatan ini antara lain:

  • SDG 4 (Quality Education): memberikan akses pendidikan nonformal tentang kewirausahaan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan
  • SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan minat berwirausaha di kalangan
  • SDG 10 (Reduced Inequalities): menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa, tanpa membedakan latar
  • SDG 12 (Responsible Consumption and Production): mendorong mahasiswa menghasilkan produk dan strategi pemasaran yang berorientasi pada
  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): memperkuat jejaring kolaborasi antar mahasiswa, mitra usaha, dan sivitas

Dengan mengusung semangat Entrepreneurship 2.0, kegiatan ini diharapkan dapat menyalakan motivasi mahasiswa untuk menciptakan peluang usaha yang berdampak, sekaligus memperkuat kontribusi nyata Pendidikan Masyarakat dalam mencetak generasi wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. (Kontributor Prodi Penmas Dadang Yunus Lutfiansyah dan Shabrina)

Scroll to Top