Diskusi Kerja Sama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung dan FIP UPI Dorong Pendidikan Berdampak dan Desa Binaan Berkelanjutan

Bandung, 22 Januari 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia melalui Fakultas Ilmu Pendidikan terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah. Komitmen tersebut tercermin dalam Diskusi Kerja Sama antara FIP UPI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung yang membahas penguatan mutu pendidikan, perlindungan sekolah, serta pengembangan desa binaan secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Bandung.

Dari perspektif kelembagaan, diskusi ini menegaskan posisi UPI, khususnya FIP, sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab tantangan riil dunia pendidikan. Berbagai isu krusial mengemuka dalam pertemuan tersebut, mulai dari krisis guru dan kepala sekolah, penguatan literasi dan numerasi, pendidikan inklusif, hingga pengembangan pendidikan nonformal. Seluruh isu tersebut menjadi ruang kontribusi akademik yang relevan dan aplikatif bagi program studi di lingkungan FIP.

Pada tingkat program studi, pertemuan ini membuka peluang kolaborasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada sekolah dan masyarakat. Keterlibatan berbagai program studi seperti PGPAUD, PGSD, Pendidikan Masyarakat, Teknologi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Psikologi, hingga Administrasi Pendidikan menunjukkan kesiapan FIP dalam mendukung sekolah binaan, pengembangan sumber daya manusia pendidikan, serta inovasi layanan pendidikan lintas sektor.

Sejalan dengan kebijakan nasional kampus berdampak, kerja sama ini diarahkan pada pembinaan jangka panjang desa unggulan di sekitar perguruan tinggi negeri. Gagasan desa binaan simbolik yang disampaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menempatkan FIP sebagai motor penggerak integrasi pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Selain itu, diskusi juga menyoroti fenomena gangguan operasional sekolah serta kebutuhan penguatan komunikasi publik melalui Sistem Informasi dan Duta Informasi Sekolah Emas (Sidimas).

Dari sisi global, inisiatif kerja sama ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 16 tentang Institusi yang Tangguh, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Tujuan. Penguatan sekolah ramah anak, pencegahan perundungan (anti-bullying), program Adiwiyata, serta pendidikan inklusif menjadi wujud nyata kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sebagai rekomendasi strategis, diskusi menghasilkan arah kerja sama yang komprehensif, di antaranya pengembangan desa binaan terintegrasi lintas program studi, perluasan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk percepatan peningkatan kualifikasi guru, revitalisasi dan digitalisasi PKBM, serta penguatan sekolah sebagai mitra riset dan praktik mahasiswa. Kolaborasi lintas sektor juga dipandang perlu untuk diformalkan agar keberlanjutan dan dampak program dapat terukur secara jelas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., dilanjutkan dengan paparan Dekan FIP, serta diskusi substantif bersama Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu dan perwakilan program studi. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk program konkret yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Kontributor: Ade Romi Rosmia

Scroll to Top