FIP UPI Dorong Pendidikan Berdampak lewat Paparan Studi Awal INOVASI Jawa Barat

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mengambil peran sentral dalam Sarasehan Pendidikan bertema “Merajut Sinergi, Memperkuat Guru, Menghapus Kesenjangan: Refleksi Mutu Pendidikan Jenjang SD/MI di Kabupaten Mitra INOVASI Jawa Barat” yang digelar di kampus UPI. Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan mitra pembangunan untuk memperkuat mutu pembelajaran dasar berbasis bukti. Kontribusi UPI tampak pada penguatan landasan ilmiah, fasilitasi dialog kebijakan, serta penyelarasan hasil studi awal dengan kebutuhan daerah. Sejumlah program studi di FIP, terutama PGSD dan Pendidikan Dasar, mendorong pemanfaatan asesmen diagnostik, data kelas, dan pembelajaran diferensiasi sebagai jembatan dari riset ke praktik sekolah.

Dampak langsungnya, sarasehan membantu kabupaten mitra memetakan tantangan literasi, numerasi, dan kapasitas guru secara lebih terukur. UPI menegaskan komitmen pendampingan melalui jejaring dosen dan mahasiswa, termasuk pengembangan modul pelatihan, klinik pembelajaran, dan kolaborasi riset terapan yang siap diuji di sekolah mitra. Kegiatan ini merupakan bagian dari Paparan Hasil Studi Awal INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) bekerja sama dengan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuannya memperkuat guru dan menutup kesenjangan mutu SD/MI melalui kebijakan yang responsif terhadap temuan lapangan.

Sejalan dengan semangat program “berdampak”, forum tidak berhenti pada wacana, melainkan menuntun peserta menyusun rencana tindak lanjut (RTL) lintas pemangku kepentingan. Prinsip berdampak diwujudkan lewat target perubahan yang jelas, pembagian peran, dan pemantauan berkala agar perbaikan di ruang kelas berkelanjutan. Kegiatan ini terkait dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDG 17 (Kemitraan) karena menekankan pemerataan layanan, peningkatan kapasitas guru, dan kolaborasi kampus–pemerintah–mitra.

Dari temuan dan dialog, rekomendasi strategis meliputi: (1) memperluas pelatihan guru berbasis coaching dan praktik kelas; (2) memasukkan data baseline ke perencanaan daerah dan penganggaran; (3) memperkuat dukungan sekolah inklusif; (4) menghidupkan komunitas belajar guru antarsekolah; dan (5) menyepakati indikator evaluasi dampak bersama UPI–kabupaten mitra. Rangkaian acara diawali pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, sambutan Dekan FIP Prof. Dr. Hj, Aan Komariah, MPd., sambutan Tim INOVASI oleh Bapak Ingga Vistara, serta pembukaan oleh Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. Agenda berlanjut doa, penyerahan cenderamata, foto bersama, dan pemaparan hasil studi baseline yang dimoderatori Justin Sodo.

Pejabat yang hadir antara lain Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, para wakil dekan FIP, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumedang dan Kab. Cirebon, Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat, serta Kepala BDK Provinsi Jawa Barat. UPI menyiapkan dukungan konsultasi hingga implementasi lapangan.

Menutup kegiatan, peserta melanjutkan istirahat dan makan siang, lalu diskusi RTL sesuai pengaturan panitia, sebagai pengikat komitmen agar sinergi yang dirajut berujung pada peningkatan mutu belajar anak di Jawa Barat. (Kontributor : Ade Romi Rosmia)

Scroll to Top