Program Studi Pendidikan Khusus Ambil Bagian dalam Sarasehan Paparan Baseline INOVASI


Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Pendidikan Indonesia mengikuti Sarasehan Pendidikan bertajuk “Merajut Sinergi, Memperkuat Guru, Menghapus Kesenjangan: Refleksi Mutu Pendidikan Jenjang SD/MI di Kabupaten Mitra INOVASI Jawa Barat” yang dilaksanakan di Auditorium FIP UPI. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memanfaatkan data hasil studi awal INOVASI sebagai dasar perumusan strategi peningkatan mutu pendidikan secara kolaboratif.

Sarasehan menghadirkan unsur pimpinan universitas, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta berbagai lembaga mitra. Forum ini tidak hanya memaparkan temuan terkait capaian literasi dan numerasi, tetapi juga menyoroti tantangan pada aspek gender, disabilitas, dan inklusi sosial yang memengaruhi pengalaman belajar peserta didik.

Ketua Program Studi Pendidikan Khusus, Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, menegaskan bahwa keberadaan data empiris dari wilayah mitra memberikan arah yang jelas bagi perguruan tinggi dalam menyiapkan guru masa depan.

“Data baseline ini membantu kami melihat kebutuhan riil sekolah. Program studi harus mampu menerjemahkannya ke dalam kurikulum, praktik perkuliahan, hingga agenda penelitian agar calon guru benar-benar siap bekerja dalam konteks keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan inklusif tidak dapat berdiri sendiri, melainkan memerlukan sinergi antara pembuat kebijakan, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan.

“Kami memandang sarasehan ini sebagai ruang refleksi bersama. Dari sini lahir tanggung jawab kolektif untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal akibat perbedaan latar belakang sosial, kondisi disabilitas, maupun akses terhadap layanan pendidikan,” tambahnya.

Dalam format rilis resmi, Program Studi Pendidikan Khusus memandang kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara kampus dan kebutuhan nyata di lapangan. Hasil dialog diharapkan bermuara pada sinkronisasi kurikulum, penguatan praktik baik, serta lahirnya rencana tindak lanjut kolaboratif dengan daerah mitra.

Melalui partisipasi aktif tersebut, Program Studi Pendidikan Khusus meneguhkan perannya sebagai penggerak pendidikan inklusif yang berbasis riset, responsif terhadap tantangan zaman, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Scroll to Top