Prodi Pendidikan Khusus FIP UPI Dukung Percepatan Guru Besar melalui Penguatan Budaya Riset

Bandung — Program Studi Pendidikan Khusus (PKh), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesiamenegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan Guru Besar di lingkungan fakultas melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Percepatan Guru Besar yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Februari 2026 di Auditorium FIP Lantai 10.

Bagi Prodi Pendidikan Khusus, percepatan Guru Besar bukan sekadar peningkatan jabatan akademik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat mutu tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset pendidikan inklusif dan kebijakan pendidikan berbasis kebutuhan khusus. Forum ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk memetakan kesiapan dosen menuju jenjang profesor sekaligus memperkuat sistem pendampingan berbasis kinerja.

Data sumber daya manusia yang dipaparkan dalam forum menunjukkan komposisi dosen FIP yang terdiri dari 71 Lektor, 49 Lektor Kepala, dan 21 Guru Besar dari total 185 dosen. Informasi tersebut menjadi dasar analisis percepatan jenjang akademik di setiap program studi, termasuk Pendidikan Khusus, dalam merancang strategi pembinaan yang lebih terarah.

Dari Prodi Pendidikan Khusus, hadir Dr. Tati Hernawati, M.Pd. dan Dr. Imas Diana Aprilia, M.Pd. sebagai representasi dukungan prodi terhadap agenda strategis fakultas. Keterlibatan ini menegaskan kesiapan PKh untuk memperkuat kultur akademik berbasis publikasi internasional dan kontribusi kebijakan pendidikan nasional.

Dalam konteks pengembangan program studi, percepatan Guru Besar dipandang sebagai penguatan peran dosen senior sebagai knowledge leader dalam bidang pendidikan khusus. Guru Besar diharapkan mampu mendorong riset berdampak, memperluas jejaring kolaborasi nasional dan internasional, serta meningkatkan reputasi akademik program studi.

Upaya ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Inovasi dan Infrastruktur. Melalui peningkatan jumlah profesor, Prodi Pendidikan Khusus optimistis dapat memperkuat inovasi pembelajaran inklusif, pengembangan kebijakan pendidikan berbasis bukti, serta layanan akademik yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Sebagai tindak lanjut, Prodi Pendidikan Khusus mendukung pembentukan klinik percepatan profesor berbasis mentoring intensif, optimalisasi insentif publikasi terindeks Scopus dan WoS, serta penguatan sistem monitoring angka kredit secara digital. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya Guru Besar baru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan komitmen kolektif tersebut, Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI terus bergerak memperkuat kapasitas akademik dan reputasi keilmuan, sekaligus menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan inklusif yang unggul di tingkat nasional dan global.

Scroll to Top