Membangun Kompetensi Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi melalui Praktisi Mengajar: Pengelolaan Arsip Konvensional dan Digital

Ruang Auditorium FIP Gd. B, Selasa, 10 Maret 2026, Mahasiswa Angkatan 2024 Program Studi Ilmu Perpustakaan mengikuti kegiatan Praktisi Mengajar yang menghadirkan praktisi kearsipan dari lembaga pemerintah yaitu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan wawasan langsung mengenai dunia profesional. Kegiatan ini mengangkat tema “Preservasi Arsip di Era Digital: Pengelolaan Arsip Konvensional dan Digital.”
Kegiatan ini dipandu oleh Fitria Dewi sebagai moderator yang memandu jalannya sesi penyampaian materi dan diskusi. Dalam pembukaan acara, moderator menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta memperkenalkan narasumber yang hadir untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang kearsipan.
Narasumber pada kegiatan ini adalah Ibu Tiara Desyanti Raharja S.I.Pus, alumni Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Padjadjaran. Saat ini beliau menjabat sebagai Arsiparis Ahli Pertama di Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional di bidang kearsipan pemerintahan, beliau membagikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan arsip yang sistematis dan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa preservasi arsip merupakan upaya penting untuk menjaga keberlanjutan informasi dan memori organisasi. Arsip tidak hanya berbentuk dokumen fisik seperti surat dan laporan, tetapi juga berkembang menjadi arsip digital yang dihasilkan melalui sistem elektronik dan teknologi informasi. Beliau juga menjelaskan perbedaan dan tantangan antara pengelolaan arsip konvensional dan arsip digital. Arsip konvensional membutuhkan perawatan fisik seperti penyimpanan yang tepat, pengaturan suhu dan kelembapan, serta sistem klasifikasi yang baik. Sementara itu, arsip digital memerlukan strategi berbeda, seperti penggunaan sistem manajemen arsip elektronik, keamanan data, serta proses migrasi format agar informasi tetap dapat diakses dalam jangka panjang.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kebijakan dan standar dalam pengelolaan arsip, terutama dalam lingkungan pemerintahan dan lembaga penelitian. Praktik pengelolaan arsip yang baik dapat mendukung transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pengelolaan informasi. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan pengelolaan arsip digital, peluang karier sebagai arsiparis, serta penerapan teknologi dalam sistem kearsipan modern. Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tetapi juga perspektif praktis dari dunia kerja. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan profesi di bidang perpustakaan dan kearsipan di era digital.
Selain memberikan wawasan akademik dan profesional, kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan United Nations dalam program Sustainable Development Goals. Pengelolaan arsip yang baik mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan literasi informasi, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola informasi yang baik di institusi publik. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa Angkatan 2024 dapat memahami pentingnya preservasi arsip sebagai bagian dari pengelolaan pengetahuan dan sejarah organisasi di era digital, sekaligus mempersiapkan diri menjadi profesional yang mampu mengelola informasi secara efektif dan berkelanjutan.

Scroll to Top