Bandung, 17 April 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Pengisian Rubrik Penilaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang diselenggarakan di Ruang Rapat FIP Lantai 3.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran, khususnya dalam memastikan bahwa capaian pembelajaran lulusan dapat diukur secara sistematis, objektif, dan terstandar. Workshop ini diikuti oleh para dosen dari berbagai program studi, termasuk dosen Pendidikan Khusus, yang memiliki peran penting dalam memastikan kualitas lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konsep dan implementasi rubrik penilaian CPL, mulai dari penyusunan indikator, teknik pengisian, hingga penyelarasan dengan profil lulusan yang telah ditetapkan. Selain itu, workshop juga menjadi ruang diskusi untuk menyamakan persepsi antar dosen terkait standar penilaian berbasis capaian pembelajaran.
Bagi Program Studi Pendidikan Khusus, kegiatan ini memiliki makna penting mengingat karakteristik lulusan yang tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis, empati, serta kemampuan dalam memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, sistem penilaian yang akurat dan komprehensif menjadi kunci dalam memastikan kualitas lulusan.
Ketua Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., dalam tanggapannya menyampaikan bahwa workshop ini sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan mutu akademik di lingkungan prodi. “Penguatan pemahaman dosen dalam menyusun dan mengimplementasikan rubrik CPL merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa proses evaluasi benar-benar mencerminkan capaian kompetensi mahasiswa secara utuh,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, dosen diharapkan dapat lebih terarah dalam melakukan penilaian yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menggambarkan perkembangan kemampuan mahasiswa secara nyata. “Bagi Pendidikan Khusus, penilaian tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga keterampilan praktik dan sikap profesional. Oleh karena itu, rubrik yang jelas dan terstandar sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Selain meningkatkan kapasitas dosen, workshop ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Khusus dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi yang selaras dengan tuntutan global. Hal ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 yaitu pendidikan berkualitas.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Khusus UPI terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan profesional dan kepekaan sosial yang tinggi dalam bidang pendidikan inklusif.
