Bandung, 09 Mei 2026 — Tiga mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang beranggotakan Ananta Chantika Sari, Friza Dwi Juliandini, dan Neng Iwa Julianti yang telah berhasil melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Perpustakaan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, yang berlokasi di Jalan Buah Batu No. 212, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan dan Informasi yang diampu oleh Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom. dan Yayu Wulandari, M.I.Kom. Pelaksanaan monev dilakukan pada tanggal 10 April 2026 dengan menggunakan pendekatan Outcome-Based Evaluation (OBE) yang mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi (SNP PT).
Selama pelaksanaan monitoring dan evaluasi, tim mahasiswa menggunakan beragam teknik pengumpulan data yang meliputi observasi lapangan untuk menilai kondisi fisik perpustakaan, wawancara mendalam dengan Kepala Bidang Layanan Perpustakaan ISBI Bandung yang berpengalaman selama kurang lebih 20 tahun, serta penyebaran kuesioner kepada 20 responden dari kalangan sivitas akademika. Data yang terkumpul mencakup empat aspek utama, yaitu input (koleksi, SDM, dan sarana prasarana), process (layanan dan pengelolaan), output (pemanfaatan dan kepuasan pengguna), serta outcome (dampak layanan terhadap pengguna dan institusi). Evaluasi dilakukan secara berkala dengan membandingkan kondisi aktual perpustakaan terhadap standar yang telah ditetapkan dalam SNP PT.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, Perpustakaan ISBI Bandung dinilai telah menjalankan fungsi dasarnya dengan cukup baik. Sebanyak 85% responden menyatakan bahwa koleksi perpustakaan telah mencerminkan kebutuhan bidang studi, dan 90% responden menyatakan bahwa layanan perpustakaan membantu meningkatkan hasil belajar. Selain itu, 90% responden menilai pustakawan telah memberikan layanan yang ramah dan profesional. Perpustakaan juga aktif mengembangkan program literasi berbasis seni, digitalisasi koleksi, serta promosi melalui media sosial sebagai bentuk inovasi layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa perpustakaan mampu berperan sebagai penyedia informasi, dan sebagai ruang yang mendukung kreativitas dan budaya belajar sivitas akademika ISBI Bandung.
Di samping capaian yang positif, monev juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang perlu ditindaklanjuti. Kemutakhiran koleksi masih terbatas akibat pengadaan yang dilakukan hanya sekali dalam setahun, dan belum adanya langganan jurnal elektronik. Dari sisi sarana prasarana juga masih belum maksimal karena kapasitas ruang yang terbatas, akses internet yang belum stabil, dan belum tersedianya fasilitas bagi penyandang disabilitas. Sistem layanan digital seperti OPAC juga masih dalam tahap pengembangan menuju platform yang lebih user-friendly. Selain itu, jumlah tenaga perpustakaan yang masih terbatas turut memengaruhi efektivitas layanan secara keseluruhan. Berdasarkan temuan tersebut, tim monev merekomendasikan pengembangan koleksi, penguatan layanan digital, peningkatan sarana prasarana, penambahan tenaga perpustakaan, dan pelaksanaan survei kepuasan pengguna secara rutin sebagai langkah strategis menuju peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan teori dan metodologi evaluasi perpustakaan secara langsung di lapangan. Mahasiswa menilai kinerja layanan secara kuantitatif, dan memahami bagaimana layanan perpustakaan memberikan dampak terhadap perubahan perilaku belajar dan produktivitas akademik pengguna. Selain itu, laporan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Perpustakaan ISBI Bandung dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mendukung proses penjaminan mutu dan persiapan akreditasi perpustakaan di masa mendatang.
Kontributor: Ananta Chantika Sari (2303400), Friza Dwi Juliandini (2307355) & Neng Iwa Julianti (2310406)

