Program Studi Pendidikan Khusus UPI Gelar Rapat Strategis Bahas ICSAR, Akreditasi S3, Semester Pendek, dan Program Fastrack

Bandung, 8 Mei 2026 – Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan rapat koordinasi strategis pada Jumat, 8 Mei 2026 guna membahas berbagai agenda pengembangan akademik dan peningkatan mutu program studi. Rapat ini dihadiri oleh jajaran dosen dan tim pengembang, di antaranya Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., Tati Hernawati, Prinanda Gustarina, dengan fokus pembahasan mengenai progres International Conference on Special and Inclusive Education Research (ICSAR), persiapan akreditasi Program Doktor (S3), Semester Pendek (SP), serta penguatan program Fast Track.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Pendidikan Khusus dalam memastikan kualitas layanan akademik, pengembangan kelembagaan, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu agenda utama yang dibahas dalam rapat adalah perkembangan pelaksanaan ICSAR (International Conference on Special and Inclusive Education Research). Dalam laporan progres yang disampaikan, diketahui bahwa proses persiapan konferensi internasional tersebut terus berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Tim juga menyampaikan bahwa batas akhir submission direncanakan pada 20 September 2026.

ICSAR menjadi salah satu program strategis yang dirancang untuk memperkuat budaya akademik dan publikasi ilmiah internasional, khususnya dalam bidang pendidikan khusus dan pendidikan inklusif. Melalui forum ini, Program Studi Pendidikan Khusus UPI berupaya memperluas jejaring akademik serta meningkatkan kontribusi keilmuan pada tingkat global.

Agenda berikutnya yang mendapatkan perhatian khusus adalah persiapan Akreditasi Program Doktor (S3). Dalam rapat tersebut dibahas penyusunan timeline dan pembentukan task force atau tim khusus yang akan bertanggung jawab dalam penyusunan borang akreditasi.

Ketua Program Studi Pendidikan Khusus UPI, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., bersama tim akademik lainnya tergabung dalam tim penyusunan beberapa komponen strategis, termasuk aspek visi keilmuan program studi.

Tahapan penyusunan borang akreditasi telah dirancang secara sistematis mulai dari proses identifikasi kebutuhan data, rapat koordinasi, hingga tahapan checkpoint progres penyusunan yang direncanakan berlangsung secara bertahap sepanjang Mei hingga Oktober 2026.

Rencana penyusunan tersebut meliputi:

  • Tahap pengumpulan dan verifikasi kebutuhan data pada Mei 2026.
  • Evaluasi progres 25% pada Juni.
  • Evaluasi progres 80% pada Juli.
  • Penyelesaian dokumen hingga 100% pada Agustus.
  • Penerimaan borang dan proses penjaminan mutu pada September.
  • Target submit borang akreditasi pada Oktober 2026.

Selain pembahasan akreditasi, rapat juga membahas pelaksanaan Semester Pendek (SP) sebagai bagian dari strategi akademik untuk mendukung percepatan studi mahasiswa serta optimalisasi layanan pembelajaran.

Program Fast Track juga menjadi salah satu agenda penting yang dibahas. Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengembangan akademik bagi mahasiswa yang memiliki capaian unggul untuk menyelesaikan jenjang pendidikan secara lebih efektif dan terstruktur.

Tidak hanya itu, pembahasan juga mencakup strategi percepatan masa studi mahasiswa, termasuk upaya mendorong kelulusan mahasiswa dalam waktu 3,5 tahun serta penguatan kebijakan kelulusan berbasis luaran publikasi ilmiah melalui skema jurnal.

Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi akademik yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas mahasiswa, kualitas lulusan, serta daya saing pendidikan tinggi di lingkungan Program Studi Pendidikan Khusus UPI.

Ketua Program Studi Pendidikan Khusus, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., menyampaikan bahwa berbagai agenda yang dibahas dalam rapat ini menunjukkan komitmen program studi untuk terus bergerak maju melalui penguatan kualitas akademik dan tata kelola pendidikan.

“Kami berupaya memastikan bahwa setiap program pengembangan berjalan secara terencana dan berkelanjutan. Penguatan akreditasi, publikasi ilmiah, internasionalisasi, serta percepatan kualitas lulusan merupakan bagian penting dari visi pengembangan Program Studi Pendidikan Khusus,” ujarnya.

Rapat juga menjadi ruang koordinasi untuk memastikan sinergi seluruh unsur akademik dalam menghadapi berbagai agenda strategis program studi ke depan.

Scroll to Top