MAHASISWA PERPUSINFO UPI MELAKSANAKAN MONITORING DAN EVALUASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PASUNDAN

Bandung, 19 Mei 2026 — Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) — Alia Noer Khalifa, Emiru’din, Melinda Kusherawati, dan Saskia Aulia Putri Ramadhani — telah menyelesaikan kegiatan monitoring dan evaluasi di Perpustakaan Universitas Pasundan (UNPAS), yang berlokasi di Jl. Dr. Setiabudi No. 193, Gegerkalong, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan monev ini dilaksanakan pada tanggal 29 April 2026 dengan tujuan untuk menilai kinerja, kualitas layanan, serta tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem informasi perpustakaan, berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perguruan Tinggi dengan menggunakan metode End-User Computing Satisfaction (EUCS).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menerapkan tiga pendekatan pengumpulan data, yaitu: observasi langsung terhadap kondisi fisik, fasilitas, dan alur layanan perpustakaan; wawancara mendalam dengan kepala perpustakaan selaku informan utama; serta penyebaran kuesioner kepada mahasiswa aktif sebagai pemustaka. Monitoring mencakup berbagai aspek, mulai dari koleksi perpustakaan, pelayanan, sarana dan prasarana, tenaga perpustakaan, pengelolaan dan administrasi, pemanfaatan teknologi informasi, hingga inovasi layanan yang telah dikembangkan oleh Perpustakaan UNPAS.

Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan instrumen EUCS, Perpustakaan UNPAS meraih penilaian yang sangat positif dari para pemustaka. Empat dari lima dimensi yang dievaluasi — yaitu Isi (Content) dengan persentase 78,4%, Akurasi (Accuracy) 79,4%, Bentuk (Format) 78,0%, dan Kemudahan Penggunaan (Ease of Use) 78,6% — seluruhnya masuk dalam kategori Sangat Puas. Satu-satunya dimensi yang berada pada kategori Puas adalah Ketepatan Waktu (Timeliness) dengan persentase 73,2%, yang mengindikasikan bahwa pembaruan informasi secara real-time dan kecepatan akses sistem masih perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Di luar penilaian EUCS, hasil monitoring juga mengungkap sejumlah kelebihan yang dimiliki Perpustakaan UNPAS, antara lain tersedianya koleksi sebesar lebih dari 22.000 judul dengan lebih dari 40.000 eksemplar, keberadaan fasilitas inklusif seperti koleksi Braille, jalur tunanetra, dan akses kursi roda, serta sistem otomasi SLiMS dan OPAC yang mendukung penelusuran koleksi secara digital. Perpustakaan juga telah memiliki ragam layanan aktif seperti sirkulasi, referensi, layanan repository, dan konsultasi akademik, dengan fasilitas perpanjangan peminjaman yang dapat dilakukan secara daring melalui WhatsApp dan surel.

Meskipun demikian, kegiatan monev juga mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih memerlukan pengembangan. Di antaranya adalah stabilitas jaringan internet yang belum optimal, integrasi sistem repository antara perpustakaan pusat dan fakultas yang masih terpisah, terbatasnya jam operasional layanan di luar jam sore hari, serta kebutuhan penambahan tenaga pustakawan profesional. Selain itu, akses terhadap jurnal elektronik dan basis data internasional dinilai masih perlu diperluas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik lapangan yang berharga, meliputi kemampuan analisis pengelolaan perpustakaan, evaluasi berbasis standar nasional, serta keterampilan komunikasi dan koordinasi dengan pihak perpustakaan. Bagi institusi, hasil monev ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan konstruktif dalam pengembangan layanan perpustakaan, khususnya terkait integrasi sistem digital, peningkatan infrastruktur jaringan, serta perluasan program literasi informasi bagi civitas akademika Universitas Pasundan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan mutu perpustakaan perguruan tinggi, sekaligus menjadi pengalaman akademik yang bermakna dalam penerapan ilmu perpustakaan dan sains informasi secara langsung di lapangan.

Kontributor: Alia Noer Khalifa (2300961), Emiru’din (2311463), Melinda Kusherawati (2300976), dan Saskia Aulia Putri R (2311313)

Scroll to Top