Mahasiswa PBSB CSSMoRA Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI Ikuti Monitoring dan Evaluasi Bersama DKUI UPI dan Kementerian Agama RI

Sabtu, 20 Juni 2026. Semangat pengembangan diri dan komitmen akademik kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang tergabung dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) CSS Mora. Para mahasiswa penerima beasiswa dari Kementerian Agama Republik Indonesia ini mengikuti kegiatan Workshop dan Sharing Session Monitoring dan Evaluasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI) UPI.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi ruang pertemuan strategis antara mahasiswa, civitas akademika UPI, dan perwakilan Kementerian Agama RI. Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur DKUI UPI Pupung Purnawarman serta Hery Irawan selaku Ketua Subdit Kelembagaan dan Kerjasama pada Subdit Pendidikan Pesantren, Kementerian Agama RI, sebagai narasumber utama.
Acara dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan serangkaian prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat. Diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh perwakilan mahasiswa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UPI, suasana pagi itu terasa penuh kebanggaan dan penghormatan.

Laporan kegiatan disampaikan oleh Kepala Divisi Kemitraan Nasional, Heri Setiyorini, yang
menggarisbawahi pentingnya kegiatan monev sebagai bagian dari komitmen UPI dalam memastikan keberhasilan mahasiswa penerima PBSB. Pembukaan resmi dilakukan oleh Direktur DKUI, Pupung Purnawarman, yang dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar beasiswa, melainkan investasi nyata bangsa untuk generasi santri yang unggul dan berdaya saing.

Sesi keynote menjadi salah satu puncak kegiatan hari itu. Pada sesi pertama (08.30 – 09.30 WIB). Direktur DKUI, Pupung Purnawarman, yang berbicara mengenai evaluasi implementasi PBSB di UPI serta visi pengembangan program ke depan. Dengan dimoderatori oleh Dian Hendriana, M.M., diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, membuka ruang dialog yang produktif antara pihak universitas dan mahasiswa.
Sesi keynote kedua (09.30-10.30 WIB) menghadirkan Ketua Subdit Kelembagaan dan Kerjasama pada Subdit Pendidikan Pesantren, Kementerian Agama RI, Hery Irawan memaparkan arah kebijakan Kementerian Agama RI dalam pembinaan santri berprestasi secara nasional, sekaligus memberikan evaluasi umum terhadap capaian Program PBSB. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa PBSB diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai pesantren ke tengah kehidupan kampus dan masyarakat luas. Sesi ini dimoderatori oleh Nur Indri Rahayu.

Salah satu momen paling bermakna dalam kegiatan ini adalah sesi Sharing Session Prodi yang berlangsung pukul 10.30 hingga 12.00 WIB. Dipandu oleh Kepala Program Studi bersama fasilitator, mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi penerima PBSB diberikan ruang seluas-luasnya untuk berbicara menceritakan perjalanan studi, mencatat pencapaian yang membanggakan, sekaligus secara terbuka menyuarakan tantangan yang mereka hadapi.

Seusai Ishoma yang turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama RI, sesi sharing dilanjutkan kembali pukul 13.30 WIB. Kali ini, forum mengalir lebih cair menjadi obrolan lintas peran yang menyatukan mahasiswa, pimpinan universitas, dan perwakilan kementerian dalam satu meja yang setara. Hasilnya bukan sekadar evaluasi, melainkan peta jalan yang lebih konkret untuk perjalanan PBSB ke depan.Kegiatan resmi ditutup pukul 14.30 WIB dengan penuh kehangatan. Lebih dari sekadar acara formal, Workshop dan Sharing Session Monev PBSB CSS Mora ini meninggalkan kesan yang mendalam bahwa kepedulian terhadap mahasiswa santri bukan sesuatu yang berhenti di atas kertas, melainkan diwujudkan melalui pertemuan nyata yang penuh makna.

Bagi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI, kegiatan ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat bahwa setiap mahasiswa yang duduk di bangku perkuliahan membawa serta harapan besar dari pesantren, dari keluarga, dan dari bangsa. Dan tugas kita bersama adalah memastikan harapan itu tumbuh dan berbuah.

Scroll to Top