Biblioterapi Berbasis Komunitas: Inovasi Layanan Literasi untuk Kesehatan Mental Masyarakat

Ciamis/Online, 31 Maret 2026 – Upaya integrasi literasi dan kesehatan mental kembali diperkuat melalui Rapat Koordinasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis kepakaran bidang ilmu bertajuk “Penguatan Kapasitas Pegiat Literasi FTBM Jawa Barat menuju Workshop Biblioterapi Level 1: Analisis Didaktik untuk Kurai Koleksi Pengembangan Diri di TBM 2026” yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (31/3).

Kegiatan ini mempertemukan tim PKM yang diketuai oleh Assoc. Prof. Hj. Susanti Agustina, Ph.D dan tim akademisi: Yayu Wulandari, M.I.Kom., Ardiansah, M.I.Kom., Suci Yanti Ramadhan, MA. , tim mahasiswa, Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Jawa Barat, Aam Siti Aminah serta komunitas literasi Gada Membaca, Agus Munawar, S.Ag. dalam satu forum strategis untuk merancang implementasi program selama delapan bulan ke depan.

Program ini hadir sebagai respon terhadap meningkatnya kebutuhan pendekatan berbasis literasi dalam mendukung kesehatan mental masyarakat, khususnya melalui ruang-ruang komunitas seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Kolaborasi Ilmu dan Komunitas

Dalam rapat koordinasi, para pihak menyepakati sejumlah poin penting, mulai dari penetapan penanggung jawab kegiatan (PIC), jadwal pelaksanaan, lokasi kegiatan di Gada Membaca (Ciamis), serta di Pusat Kajian Biblioterapi, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, FIP UPI, hingga komitmen partisipasi peserta.

Program ini akan melibatkan sedikitnya 30 peserta pelatihan dari jejaring TBM Jawa Barat dan dilanjutkan dengan implementasi langsung layanan biblioterapi di komunitas Gada Membaca, Ciamis.

Menurut Assoc. Prof. Hj. Susanti Agustina, Ph.D., pakar biblioterapi Indonesia sekaligus ketua penggagas program, pendekatan ini memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan psikososial. “Biblioterapi bukan sekadar membaca, tetapi proses reflektif yang terarah untuk membantu individu memahami diri, mengelola emosi, dan menemukan makna dari pengalaman hidupnya. Ketika ini dilakukan berbasis komunitas, dampaknya bisa jauh lebih luas dan berkelanjutan.”

Target Dampak Nyata

Program ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai model implementatif yang menghasilkan:

  1. Peningkatan kapasitas pengelola TBM dalam layanan literasi terapeutik (SDGs 3 & 4)
  2. Pengembangan koleksi bacaan berbasis kebutuhan psikososial (SDGs 4 & 10)
  3. Praktik layanan biblioterapi di komunitas (SDGs 3, 11, dan 16)
  4. Publikasi ilmiah dan model replikasi program (SDGs 4 dan 17)

Seluruh pihak yang terlibat menyatakan komitmen untuk menjalankan program secara konsisten, dengan target kehadiran minimal 80% serta keterlibatan aktif dalam setiap tahapan kegiatan.

Rapat ini juga menghasilkan kesepakatan draft kerja sama (MoA) sebagai dasar legal pelaksanaan program secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Menuju Model Nasional.

Dengan sinergi antara akademisi dan komunitas, program ini diharapkan menjadi model nasional dalam pengembangan layanan literasi berbasis kesehatan mental dan pengembangan diri, sekaligus memperkuat peran TBM dan komunitas literasi sebagai ruang pemulihan sosial yang inklusif.

Kontak Media:

Tim PKM Biblioterapi Berbasis Komunitas

Pusat Kajian Biblioterapi Indonesia

Gd. FIP Lt. 9 Setiabudi Bandung

Catatan: Projek PKM ini dibiayai oleh Dana Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Universitas Pendidikan Indonesia Tahun Anggaran 2026 Dengan Surat Keputusan Rektor Nomor: 534/UN40/PT.01.01/2026

Scroll to Top