Pendidikan Khusus FIP UPI Terlibat dalam CANA International Academic Series 2026: Dorong Integrasi Neurosains dan Pendidikan Inklusif

Bandung — Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesiaturut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan CANA International Academic Series 2026, sebuah forum akademik internasional yang mengangkat tema “Academic Dialogue on the Neurohumanistic Paradigm and the CANA (Collaborative Activation for Nurturing Awareness) Framework: Integrating Neuroscience, Human Relationships, and Inclusive Education.”

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog akademik lintas disiplin yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk mendiskusikan integrasi neurosains, hubungan kemanusiaan, serta praktik pendidikan inklusif dalam ekosistem pendidikan modern.

Rangkaian CANA International Academic Series 2026 menghadirkan sejumlah akademisi internasional sebagai pembicara utama, di antaranya Prof. Daniel J. Siegel dari UCLA School of Medicine dan Prof. Fumiko Hoeft dari University of Connecticut. Keduanya dikenal sebagai pakar dalam bidang neurosains, psikologi perkembangan, dan pendidikan berbasis riset otak.

Kegiatan ini juga dibuka oleh Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. serta Dekan FIP UPI Prof. Dr. Aan Komariah, M.Pd., yang menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan berbasis kesadaran dan kemanusiaan.

Selain pembicara utama, forum ini juga melibatkan sejumlah akademisi dari berbagai institusi, termasuk Dr. Ranti Novitasari, M.Pd., Dr. Muhammad Zein Permana, Dr. Jatmika Nurhadi, Dr. Yoga Budhi Santoso, serta para profesor seperti Prof. Dr. Endang Rochyadi, Prof. Dr. Djoko Saryono, dan Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati.

CANA International Academic Series 2026 diselenggarakan secara bertahap mulai Maret hingga Agustus 2026 dengan berbagai format kegiatan, baik luring maupun daring.

Kegiatan diawali pada 13 Maret 2026 di UPI melalui Neuroscience Discussion yang menjadi forum pengantar mengenai paradigma neurohumanistik dan kerangka CANA dalam pendidikan.

Selanjutnya, pada April 2026 akan diselenggarakan International Webinar I yang membahas kontribusi neurosains dan proses kognitif dalam memahami perkembangan dan pembelajaran.

Pada Mei 2026, International Webinar II akan berfokus pada fondasi relasional, kesadaran, dan praktik pendidikan inklusif dalam memperkuat kapasitas sosial dan personal dalam sistem pendidikan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Public Lecture pada Juni 2026 di Universitas Negeri Malang, yang mengangkat dialog interdisipliner mengenai anak, bahasa, emosi, serta perkembangan dalam kerangka CANA.

Sebagai penutup, pada Juli hingga Agustus 2026 akan dilaksanakan program diseminasi dan penguatan kapasitas melalui pelatihan reflektif, lokakarya akademik, serta pengembangan praktik pembelajaran berbasis kesadaran.

Bagi Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, keterlibatan dalam forum akademik ini memiliki relevansi strategis dalam pengembangan pendekatan pendidikan inklusif berbasis neurosains.

Ketua Program Studi Pendidikan Khusus, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., menilai bahwa integrasi neurosains dengan praktik pendidikan inklusif menjadi langkah penting dalam memahami kebutuhan belajar peserta didik berkebutuhan khusus.

“Pendekatan neurohumanistik memberikan perspektif baru dalam memahami perkembangan emosi, kognisi, dan relasi sosial peserta didik. Hal ini sangat relevan bagi pendidikan khusus yang menekankan empati, kesadaran, dan pendekatan pembelajaran yang humanis,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus memperkaya inovasi pembelajaran di bidang pendidikan khusus.

Melalui partisipasi dalam CANA International Academic Series 2026, Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan inklusif yang berbasis riset, kolaboratif, serta responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global.

Scroll to Top