
Program Studi Pendidikan Khusus turut berpartisipasi dalam kegiatan Evaluasi Program Kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat FIP Lantai 3, dan dihadiri oleh dosen penanggung jawab kemahasiswaan (DPK) dari berbagai program studi di lingkungan FIP. Evaluasi ini menjadi forum strategis untuk meninjau capaian program kemahasiswaan sekaligus menyusun rencana pengembangan ke depan.
Kegiatan evaluasi tersebut dibimbing oleh Prinanda Gustarina Ridwan, M.Pd. Dalam forum ini, masing-masing program studi memaparkan capaian prestasi, kendala yang dihadapi, serta rencana strategis dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan. Diskusi yang berlangsung menjadi sarana koordinasi dan penyelarasan program agar sejalan dengan arah kebijakan fakultas.

Dalam kesempatan tersebut, Program Studi Pendidikan Khusus menyampaikan target capaian 25 persen prestasi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Target ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing mahasiswa serta mendorong terciptanya budaya berprestasi yang berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi kompetisi di tingkat regional hingga nasional.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FIP UPI, Euis Kurniati, dalam arahannya menekankan pentingnya agar kegiatan kemahasiswaan tidak hanya berskala lokal, tetapi memiliki orientasi nasional. Menurutnya, perluasan cakupan kegiatan akan memberikan dampak yang lebih besar bagi pengembangan mahasiswa maupun institusi.
“Kegiatan kemahasiswaan sebaiknya tidak berhenti di tingkat lokal. Minimal harus melibatkan tiga perguruan tinggiagar dampaknya lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa maupun institusi,” ujarnya. Ia juga mendorong setiap program studi untuk aktif membangun jejaring dan kolaborasi antarpengguruan tinggi.
Sejalan dengan arahan tersebut, Program Studi Pendidikan Khusus merencanakan untuk menjadi penyelenggara satu lomba tingkat nasional yang dikhususkan bagi mahasiswa Pendidikan Khusus atau Pendidikan Luar Biasa (PLB). Kegiatan ini dirancang sebagai upaya penguatan jejaring nasional sekaligus wadah pengembangan potensi dan kreativitas mahasiswa secara berkelanjutan.
Selain itu, dalam rangka persiapan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026, Program Studi Pendidikan Khusus telah menyiapkan 16 kelompok mahasiswa yang siap mengikuti PKM tahun ini. Kelompok-kelompok tersebut telah mendapatkan pendampingan secara bertahap sebagai bentuk kesiapan menghadapi seleksi dan kompetisi di tingkat nasional.
Sementara itu, Prinanda Gustarina Ridwan, M.Pd. menyampaikan bahwa hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan penting dalam pengembangan program kemahasiswaan Program Studi Pendidikan Khusus ke depan. Ia menilai evaluasi ini sebagai momentum untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang lebih terarah.
“Evaluasi ini menjadi momentum bagi kami untuk merancang kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan prestasi mahasiswa, khususnya di tingkat nasional. Ke depan, kami akan terus memperkuat pendampingan mahasiswa, baik dalam kompetisi prestasi maupun PKM, serta merealisasikan rencana penyelenggaraan kegiatan berskala nasional,” ungkapnya.
Melalui kegiatan evaluasi ini, diharapkan program kemahasiswaan di lingkungan FIP, khususnya Program Studi Pendidikan Khusus, dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas serta prestasi mahasiswa.
