Bandung, 20 April 2026 – Tiga mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang beranggotakan Dafana Aulia Ikhsani (2309539), Shofa Arsanti S (2310915), dan Syarifa Az Zahra (2311595) telah успешно melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Perpustakaan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026 mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, dengan menghadirkan Agung Hari Pramono selaku Kepala Perpustakaan ITHB sebagai informan utama. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan dan Informasi yang bertujuan untuk mengukur kinerja layanan perpustakaan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kombinasi teknik pengumpulan data, yaitu wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan secara terstruktur untuk menggali informasi terkait kebijakan pengembangan koleksi, sistem layanan, manajemen sumber daya, serta pemanfaatan teknologi informasi. Sementara itu, observasi dilakukan untuk menilai kondisi fisik perpustakaan, sarana prasarana, serta aktivitas pemustaka dalam memanfaatkan layanan yang tersedia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara komprehensif untuk menggambarkan kinerja perpustakaan dari berbagai aspek.
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa Perpustakaan ITHB telah menjalankan fungsi dasarnya sebagai pusat sumber informasi akademik dengan cukup optimal, khususnya dalam menyediakan layanan yang mendukung kegiatan pembelajaran. Layanan yang tersedia meliputi layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan repositori, serta layanan konsultasi atau diskusi dengan pustakawan. Layanan konsultasi ini menjadi salah satu nilai tambah, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir yang mengalami kesulitan dalam penelusuran informasi ilmiah. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas teknologi berupa komputer untuk akses informasi serta jaringan Wi-Fi yang terintegrasi di seluruh area gedung. Dalam aspek pengelolaan koleksi, Perpustakaan ITHB memiliki sekitar 7.800 eksemplar dengan 5.000 judul buku yang didominasi oleh koleksi akademik sesuai dengan kebutuhan program studi. Kebijakan pengembangan koleksi dilakukan secara terencana melalui mekanisme rencana operasional (renop) tahunan yang diajukan kepada manajemen institusi. Proses seleksi koleksi juga melibatkan program studi guna memastikan relevansi dan kemutakhiran bahan pustaka. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi (SNP PT), koleksi yang tersedia masih belum sepenuhnya memenuhi standar, terutama dalam hal kelengkapan dan keberagaman sumber informasi.
Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi, perpustakaan telah mengimplementasikan sistem otomasi menggunakan SLiMS untuk layanan OPAC serta menyediakan repositori digital untuk penyimpanan karya ilmiah mahasiswa seperti tugas akhir dan skripsi. Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan upaya perpustakaan dalam mendukung transformasi menuju layanan berbasis digital. Namun demikian, layanan jurnal elektronik belum tersedia secara mandiri karena keterbatasan anggaran. Sebagai alternatif, perpustakaan mengarahkan pemustaka untuk mengakses sumber informasi melalui Perpustakaan Nasional dan berbagai platform open access. Di sisi lain, hasil monitoring juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang mempengaruhi optimalisasi layanan perpustakaan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran yang berdampak pada pengadaan koleksi, pengembangan layanan, serta inovasi perpustakaan. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan signifikan, di mana pengelolaan perpustakaan masih dilakukan secara mandiri oleh satu orang pustakawan. Kondisi ini menyebabkan beban kerja yang tinggi dan berdampak pada belum optimalnya pengembangan program layanan maupun kegiatan literasi informasi.
Dari aspek sarana dan prasarana, perpustakaan memiliki luas ruang sekitar 225 m² dengan kapasitas tampung yang relatif terbatas, yaitu sekitar 20–25 orang, sementara jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 1.400 orang. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan antara kapasitas fasilitas dengan jumlah pengguna. Meskipun perpustakaan telah berupaya menciptakan kenyamanan melalui fleksibilitas penggunaan ruang, keterbatasan fasilitas seperti ruang baca khusus, ruang diskusi, serta fasilitas bagi penyandang disabilitas masih menjadi perhatian yang perlu ditingkatkan.
Dalam aspek layanan, jam operasional perpustakaan saat ini masih terbatas hingga sore hari, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang memiliki aktivitas perkuliahan hingga malam hari. Selain itu, evaluasi kepuasan pengguna belum dilakukan secara mandiri oleh perpustakaan, melainkan masih terintegrasi dalam sistem survei institusi. Hal ini menyebabkan perpustakaan belum memperoleh data yang spesifik dan real-time terkait kebutuhan serta tingkat kepuasan pemustaka. Berdasarkan temuan tersebut, tim mahasiswa merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk pengembangan perpustakaan ke depan. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan pengadaan koleksi, khususnya sumber elektronik seperti e-book dan e-journal, penguatan layanan berbasis digital, penambahan tenaga perpustakaan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, serta pengembangan sarana dan prasarana yang lebih representatif dan inklusif. Selain itu, perpustakaan juga disarankan untuk melaksanakan survei kepuasan pengguna secara berkala dan mandiri sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan layanan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan teori dan konsep evaluasi perpustakaan secara langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya mampu mengidentifikasi kondisi aktual dan permasalahan yang dihadapi, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis kritis serta memberikan rekomendasi yang konstruktif. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi Perpustakaan ITHB dalam upaya meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung peran perpustakaan sebagai pusat informasi yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pengguna di era digital.
Kontributor : Dafana Aulia Ikhsani (2309539), Shofa Arsanti S (2310915), Syarifa Az Zahra (2311595)

