Membuka Wawasan Profesional dan Memperluas Perspektif Mahasiswa melalui Praktisi Mengajar: Mengenal Lebih Dekat Konservasi Koleksi Logam bersama Praktisi Museum Nasional Indonesia

17 Maret 2026 — Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Pendidikan mengikuti kegiatan Praktisi Mengajar yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan praktisi dari Museum Nasional Indonesia untuk memberikan wawasan langsung mengenai praktik konservasi koleksi museum, khususnya pada material logam.
Kegiatan ini mengangkat tema “Preservasi Koleksi Museum Nasional: Proses dan Praktik Pengelolaan Koleksi dalam Perspektif Konservator”. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya konservasi sebagai bagian dari upaya pelestarian informasi dan warisan budaya, sekaligus memperluas perspektif terhadap dunia profesional di bidang museum dan pengelolaan koleksi.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Lukman Ajiz, S.Si., seorang konservator dari Museum Nasional Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa koleksi logam memiliki kerentanan tinggi terhadap kerusakan, terutama akibat proses korosi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, serta paparan zat kimia. Oleh karena itu, konservasi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas fisik dan kimia koleksi agar tetap lestari. Lebih lanjut, narasumber memaparkan tahapan dalam proses konservasi koleksi logam, mulai dari identifikasi kondisi awal, pembersihan, stabilisasi, hingga penyimpanan sesuai standar. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya pengendalian lingkungan penyimpanan dan penggunaan metode yang tepat guna mencegah kerusakan lanjutan pada koleksi.
Kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai peran konservator yang tidak hanya berfokus pada perawatan fisik koleksi, tetapi juga mencakup aspek dokumentasi, penelitian, serta edukasi kepada publik. Hal ini menunjukkan bahwa konservasi merupakan bagian integral dari manajemen koleksi museum secara menyeluruh.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya standar dan prosedur dalam konservasi koleksi museum, khususnya pada material logam. Praktik konservasi yang baik dapat mendukung pelestarian koleksi sebagai bagian dari warisan budaya, sekaligus menjaga nilai informasi yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik konservasi, tantangan dalam menangani koleksi logam, serta proses konservasi dan restorasi yang dilakukan. Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tetapi juga perspektif praktis dari dunia profesional. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memahami pengelolaan koleksi museum di era modern.
Selain memberikan wawasan akademik dan profesional, kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan United Nations dalam program Sustainable Development Goals. Upaya konservasi koleksi museum mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan literasi budaya, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dalam pelestarian warisan budaya. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat memahami pentingnya konservasi sebagai bagian dari pengelolaan pengetahuan dan pelestarian sejarah, sekaligus mendorong kesiapan mereka dalam menghadapi perkembangan bidang perpustakaan, arsip, dan museum secara berkelanjutan. Kontributor: Shavana Chasanova Prabowo

Scroll to Top