Kabupaten Bandung, 4 Juni 2026, Tim peneliti dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melanjutkan rangkaian penelitian lapangan dengan mengunjungi dua sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Bandung, yaitu SMKN 1 Soreang dan SMKN 5 Pangalengan. Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan perpustakaan sekolah, pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan koleksi, serta berbagai strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Kunjungan pertama dilakukan di SMKN 1 Soreang. Dalam wawancara bersama kepala perpustakaan dan staf tata usaha, tim peneliti menemukan bahwa perpustakaan memperoleh dukungan anggaran dari Dana BOS untuk pengadaan koleksi serta alokasi dana sekolah untuk kebutuhan sarana dan operasional. Pengelolaan anggaran dilakukan secara ketat karena setiap pengadaan koleksi harus dapat dipertanggungjawabkan dalam proses audit dan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala.
Meskipun telah memiliki perangkat pendukung seperti SLiMS, implementasi sistem otomasi perpustakaan masih belum berjalan optimal. Sebagian besar proses pengelolaan koleksi dan layanan peminjaman masih dilakukan secara manual. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pengembangan perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola dan memanfaatkannya secara maksimal. Dalam aspek organisasi, perpustakaan dikelola oleh guru yang merangkap sebagai kepala perpustakaan dengan dukungan beberapa staf tambahan. Keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam menjaga konsistensi layanan. Di sisi lain, perpustakaan juga tengah berupaya meningkatkan eksistensinya melalui pemanfaatan media sosial dan pelibatan siswa dalam pembuatan konten promosi digital.
Perjalanan penelitian kemudian dilanjutkan ke SMKN 5 Pangalengan yang memiliki karakteristik unik karena mengelola dua perpustakaan pada dua kampus berbeda. Sekolah ini dikenal memiliki program keahlian yang berfokus pada bidang agribisnis, peternakan, bisnis, dan seni. Dalam wawancara bersama pustakawan dan pengelola anggaran, tim peneliti memperoleh informasi mengenai berbagai upaya pengembangan layanan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.
Salah satu temuan penting adalah pemanfaatan sistem otomasi SLiMS yang telah digunakan secara aktif sejak tahun 2016. Berbagai fitur seperti katalog daring, barcode koleksi, kartu anggota, dan penyimpanan koleksi digital telah diimplementasikan untuk mendukung efisiensi layanan perpustakaan. Pengalaman tersebut menjadikan SMKN 5 Pangalengan sebagai salah satu contoh praktik baik dalam pemanfaatan teknologi perpustakaan sekolah. Selain penguatan sistem otomasi, perpustakaan juga aktif menjalin kolaborasi dengan guru mata pelajaran untuk menghadirkan kegiatan pembelajaran di perpustakaan. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan siswa sekaligus memperkuat posisi perpustakaan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Promosi koleksi dilakukan melalui berbagai cara sederhana, salah satunya dengan menampilkan informasi buku-buku menarik di papan informasi sekolah. Temuan menarik lainnya adalah peran pustakawan yang berkembang melampaui tugas-tugas teknis pengelolaan koleksi. Dalam praktik sehari-hari, pustakawan sering menjadi tempat siswa berdiskusi dan berbagi berbagai persoalan yang mereka hadapi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki potensi besar sebagai ruang yang mendukung perkembangan akademik sekaligus kesejahteraan sosial dan emosional peserta didik.
Secara umum, penelitian di kedua sekolah menunjukkan bahwa setiap perpustakaan memiliki tantangan dan keunggulan yang berbeda. SMKN 1 Soreang menghadapi tantangan dalam optimalisasi sistem dan penguatan sumber daya manusia, sedangkan SMKN 5 Pangalengan menunjukkan perkembangan yang lebih maju dalam pemanfaatan teknologi dan integrasi layanan dengan kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian, keduanya memiliki komitmen yang sama dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan penggerak budaya literasi di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan penelitian lapangan ini, tim peneliti Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI berharap hasil temuan yang diperoleh dapat menjadi bahan refleksi, kajian akademik, sekaligus rekomendasi bagi pengembangan perpustakaan sekolah yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

