
Bandung, 2 Juni 2026 – Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Rapat Persiapan Akreditasi Program Doktor (S3) yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026. Rapat ini menjadi salah satu agenda strategis dalam mempersiapkan penyusunan dokumen akreditasi Program Doktor agar sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dan Sistem Penjaminan Mutu (SKM).
Rapat dipimpin oleh tim pengembang Program Doktor dan dihadiri oleh Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., Dr. Tati Hernawati, Dr. Yoga Budhi Santoso, Dr. Rina Maryanti, Dr. Ana Fatimatuzzahra, Dr. Aini Qurrotullain, Hendriano Meggy, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Een Ratnengsih, beserta anggota tim penyusun lainnya yang tergabung dalam task force akreditasi.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Yoga Budhi Santoso menyampaikan bahwa penyusunan borang akreditasi harus menjadi prioritas utama karena dokumen ditargetkan selesai paling lambat September 2026 sesuai arahan dari Sistem Kendali Mutu (SKM). Beliau menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang agar seluruh data pendukung dapat dihimpun secara lengkap, valid, dan sesuai dengan indikator penilaian akreditasi.
Sementara itu, Dr. Tati Hernawati menjelaskan mekanisme kerja Task Force Akreditasi S3 yang dibentuk untuk mempercepat proses penyusunan dokumen. Setiap anggota tim diberikan tanggung jawab sesuai dengan sembilan kriteria akreditasi sehingga proses pengumpulan data dan penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dapat berjalan secara sistematis.

Pada Bidang Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Keilmuan, tim yang dikoordinasikan oleh Dr. Yoga Budhi Santosobersama Dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, Dr. Een Ratnengsih, Prof. Ana, dan Prof. Endang Rochyadi tengah mengumpulkan berbagai data hasil diskusi bersama ketua program studi di lingkungan UPI. Tim juga sedang berupaya memperoleh contoh dokumen dari program studi yang telah memperoleh akreditasi unggul sebagai bahan benchmarking dan penyesuaian penyusunan borang.
Pada Bidang Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerja Sama, Dr. Ana Fatimatuzzahra melaporkan bahwa seluruh kebutuhan dokumen telah dipetakan dalam Google Drive serta disusun dalam format Excel berdasarkan indikator pada panduan akreditasi. Beberapa bagian seperti tata pamong dan pelaksanaannya telah selesai disusun, sedangkan dokumen mengenai kerja sama serta evaluasi tindak lanjut masih dalam tahap penyempurnaan. Tim juga menekankan pentingnya konsistensi antara data kuantitatif dengan narasi pada Laporan Evaluasi Diri (LED).
Pada Bidang Kemahasiswaan, tim yang dikoordinasikan oleh Hendriano Meggy, S.Pd., M.Pd. bersama Dr. Idingmelaporkan progres pengumpulan berbagai data terkait mahasiswa Program Doktor, meliputi publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), artikel ilmiah, data kepuasan mahasiswa, sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru, perlindungan mahasiswa, standar layanan akademik, aksesibilitas, hingga data jumlah pendaftar dan mahasiswa yang diterima setiap tahun. Selain itu, tim juga melakukan penelusuran publikasi mahasiswa melalui Google Scholar serta memastikan kesesuaian dengan ketentuan minimal publikasi pada jurnal terindeks SINTA 2.
Pada Bidang Dosen dan Tenaga Kependidikan, tim yang terdiri atas Prinanda Gustarina dan Dr. Agus masih melakukan pemetaan kebutuhan dokumen dengan memanfaatkan hasil Audit Mutu Internal (AMI) sebagai dasar penyusunan. Tim juga berkoordinasi dengan tenaga kependidikan untuk melengkapi berbagai tabel pendukung sesuai instrumen akreditasi.
Untuk Bidang Keuangan, Sarana, dan Prasarana, tim yang dikoordinasikan oleh Dr. Ana Fatimatuzzahra bersama Teh Nabil masih berada pada tahap identifikasi kebutuhan dokumen dan penyusunan data pendukung. Sementara itu, Bidang Pendidikan yang dikoordinasikan oleh Dr. Nita telah menyelesaikan sebagian besar dokumen akademik dan akan melanjutkan proses sinkronisasi data dengan dokumen institusi.
Pada Bidang Penelitian, Dr. Rina Maryanti bersama Dr. Zulfa melaporkan bahwa pengumpulan data penelitian dosen tetap program studi (DTPS) telah dimulai, khususnya terkait publikasi internasional dan jumlah sitasi dosen. Dari total 13 dosen yang terlibat, saat ini terdapat lima dosen dengan homebase Program Doktor yang telah diverifikasi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Tim juga terus melakukan pembaruan data penelitian berdasarkan informasi yang tersedia pada platform SINTA.
Di bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Aini Qurrotullain bersama Dr. Neni fokus melengkapi data jumlah kegiatan pengabdian yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Doktor. Selain itu, tim juga mulai mengidentifikasi dokumen evaluasi dan refleksi kegiatan sebagai bagian dari indikator penilaian akreditasi.
Adapun Bidang Penjaminan Mutu menekankan pentingnya melengkapi berbagai dokumen pendukung seperti Surat Keputusan (SK), struktur organisasi penjaminan mutu, dokumen PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), serta Standar Operasional Prosedur (SOP). Tim juga melakukan identifikasi apakah dokumen yang dibutuhkan berada pada tingkat program studi maupun Unit Pengelola Program Studi (UPPS).
Ketua Program Studi Pendidikan Khusus UPI, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., menyampaikan bahwa penyusunan borang akreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus penguatan kualitas penyelenggaraan Program Doktor.
“Akreditasi merupakan proses evaluasi menyeluruh terhadap mutu program studi. Oleh karena itu, seluruh tim harus bekerja secara kolaboratif, memastikan setiap data terdokumentasi dengan baik, valid, dan mampu menggambarkan kualitas Program Doktor Pendidikan Khusus secara komprehensif. Kami optimis dengan sinergi seluruh tim, target penyelesaian borang pada September dapat tercapai,” ujar Dr. Riksma.
Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan akreditasi sangat ditentukan oleh kerja sama seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para pemangku kepentingan yang selama ini menjadi mitra Program Studi Pendidikan Khusus.
Melalui rapat koordinasi ini, Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada standar internasional. Persiapan yang dilakukan secara sistematis diharapkan mampu menghasilkan dokumen akreditasi yang komprehensif sekaligus memperkuat posisi Program Doktor Pendidikan Khusus sebagai program studi unggulan di bidang pendidikan khusus di Indonesia.
Rapat persiapan akreditasi ini menjadi langkah strategis menuju terwujudnya Program Doktor Pendidikan Khusus yang unggul, berdaya saing global, dan mampu menghasilkan lulusan berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan inklusif, serta layanan bagi penyandang disabilitas di Indonesia maupun dunia.
