Bumi Siliwangi, (Rabu, 27 Agustus 2025) – Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut ambil bagian dalam kegiatan Retreat Kepemimpinan dan Bela Negara yang digelar selama tiga hari, 27–29 Agustus 2025, di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari rektorat, dekanat, direktorat, hingga ketua dan sekretaris program studi dan unit kerja, sebagai bagian dari konsolidasi kelembagaan untuk masa jabatan periode strategis 2025–2030.
Retreat ini dirancang sebagai forum penyelarasan arah kebijakan, penguatan loyalitas struktural, dan pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas, kolaboratif, serta berorientasi pada kinerja. Tema besar yang diusung, “UPI Bersatu, Berdampak, dan Gemilang,” mencerminkan ambisi institusi untuk menjadi universitas pelopor dalam pendidikan nasional dan regional.
Kehadiran pimpinan Prodi Penmas dalam forum ini menjadi representasi penting dari komitmen akademik yang terintegrasi dengan visi kelembagaan UPI. Dalam sesi diskusi dan penandatanganan kontrak kinerja, Prodi Penmas menegaskan arah pengembangan program studi yang berfokus pada kepakaran Pendidikan masyarakat, penguatan riset multidisipliner, serta kontribusi terhadap kemajuan dunia Pendidikan Masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pemateri, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Prof. Dr. Med. Setiawan., Prof. Dr. Najib selaku Direktur Kelembagaa Kemdiktisaintek, Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek Dr. Carolina, SH, MH, serta Ketua Majelis Wali Amanat UPI Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna. Selain itu, sesi motivasi karakter dan branding kelembagaan turut diisi oleh Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian selaku trainer, motivator ESQ dan Dr. (H.C.) Hermawan Kartajaya.
Di hari terakhir, seluruh pimpinan unit menandatangani kontrak kinerja bersama Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., yang dilaksanakan di halaman belakang Gedung Partere Isola UPI sebagai bentuk komitmen kolektif untuk menjalankan transformasi kelembagaan secara terukur dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa tantangan pendidikan tinggi ke depan menuntut kepemimpinan yang adaptif, berani, dan berbasis nilai. “Kita tidak cukup hanya mengelola, kita harus memimpin dengan visi. Retreat ini adalah ruang untuk menyatukan arah, membangun semangat, dan meneguhkan komitmen,” ujarnya di sambutan penutupan dan daikhiri dengan penandatanganan berita acara kontrak kinerja.

Bagi Prodi Pendidikan Masyarakat, retreat ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat posisi pendidikan masyarakat dalam arsitektur kelembagaan UPI. Di tengah dinamika sosial perkembangan dan perubahan masyarakat yang cepat dan unpredictable, pendidikan masyarakat dituntut untuk hadir sebagai kekuatan transformatif yang diharapkan mampu menjawab problematika sosial dengan pendekatan pendidikan kemasyarakatan. Semoga UPI semakin berdaya dan berdampak ditopang dengan soliditas dan sinergi dalam rangka menjalankan program kerja Rektor Periode 2025-2030 (Kontributor Penmas FIP UPI_Dadang Yunus Lutfiansyach)
