Bandung, 3 Juni 2026, Tim peneliti dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan penelitian lapangan di Perpustakaan SMK Telkom Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian mengenai strategi pengelolaan dan pengembangan perpustakaan sekolah dalam mendukung budaya literasi dan pembelajaran di lingkungan pendidikan menengah kejuruan.
Pada kesempatan tersebut, tim peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Ningrum selaku staf pustakawan SMK Telkom Bandung. Wawancara difokuskan pada aspek pengelolaan organisasi perpustakaan, sumber daya manusia, pendanaan, program literasi, layanan perpustakaan, serta pemanfaatan teknologi informasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan di SMK Telkom Bandung dilakukan secara terpusat oleh satu orang pustakawan yang bertanggung jawab terhadap seluruh layanan dan operasional perpustakaan. Meskipun belum memiliki kepala perpustakaan secara khusus, perpustakaan tetap mampu menjalankan berbagai program literasi yang terintegrasi dengan kegiatan sekolah. Salah satu program unggulan yang ditemukan adalah pelaksanaan literasi harian sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, yang mencakup kegiatan membaca berita, jurnalistik, penggunaan Bahasa Sunda, dan Bahasa Inggris. Selain itu, perpustakaan juga secara rutin menyelenggarakan workshop literasi setiap tiga bulan dan kegiatan Bulan Bahasa setiap bulan Oktober. Upaya tersebut diperkuat dengan pembentukan komunitas perpustakaan yang mewadahi siswa dalam kegiatan membaca, menulis, dan mereviu buku.
Dalam aspek pengembangan koleksi, perpustakaan menerapkan kebijakan yang cukup inovatif melalui program sumbangan buku dari siswa kelas XII sebagai syarat memperoleh surat bebas perpustakaan. Program tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan koleksi setiap tahunnya. Tim peneliti juga menemukan bahwa koleksi fiksi, khususnya novel karya Tere Liye, menjadi bacaan yang paling diminati oleh siswa. Dari sisi teknologi, perpustakaan telah memanfaatkan sistem otomasi berbasis SLiMS (Senayan Library Management System) serta menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti komputer, akses internet, televisi layar lebar, dan layanan cetak gratis bagi siswa. Meskipun demikian, pengembangan layanan digital masih menjadi salah satu fokus yang perlu ditingkatkan pada masa mendatang.
Melalui kegiatan penelitian ini, tim peneliti memperoleh gambaran mengenai berbagai praktik baik yang telah diterapkan oleh. Perpustakaan SMK Telkom Bandung dalam membangun budaya literasi sekolah. Temuan-temuan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan kajian akademik sekaligus referensi bagi pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia.

