Workshop Biblioterapi Level 1: Analisis Didaktik untuk Kurasi Koleksi Pengembangan Diri Berbasis Komunitas.

Bandung/Online, 10 April 2026. Dalam rangka pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis kepakaran bidang ilmu, telah sukses diselenggarakan Workshop Biblioterapi Level 1 pada Jumat, 10 April 2026, pukul 08.30-16.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta perwakilan dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Jawa Barat dan komunitas literasi Gada Membaca, yang merupakan mitra strategis dalam implementasi program biblioterapi berbasis komunitas pada Program Studi Perpustakaan dan sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Fokus Penguatan Kapasitas SDM Literasi

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Komunitas Gada Membaca Ciamis dalam memahami dan mengimplementasikan biblioterapi sebagai pendekatan literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan minat baca, tetapi juga sebagai media refleksi diri dan penguatan psikososial di masyarakat.

Peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai:

1. Konsep dan prinsip dasar biblioterapi
2. Analisis didaktik dalam pemilihan bahan bacaan
3. Teknik kurasi koleksi biblioterapi
4. Simulasi pelaksanaan sesi biblioterapi di komunitas

Materi workshop disampaikan langsung oleh Assoc. Prof. Hj. Susanti Agustina, Ph.D., pakar biblioterapi Indonesia yang telah berpengalaman dalam pengembangan dan implementasi biblioterapi di berbagai konteks pendidikan dan komunitas. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa: “Biblioterapi adalah proses terarah yang memanfaatkan bacaan sebagai media refleksi, pemaknaan, kesadaran dan pemulihan jiwa. Ketika diterapkan di komunitas, biblioterapi mampu menjadi ruang aman bagi individu untuk memahami dirinya dan mengelola emosi secara konstruktif, sehingga berdampak pada psikososial masyarakat.”

Pendekatan Partisipatif dan Praktis

Workshop tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dirancang secara partisipatif melalui Diskusi interaktif; Analisis kasus; Praktik kurasi buku; dan Simulasi fasilitasi biblioterapi. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap mengimplementasikan program di TBM masing-masing.
Workshop ini merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan PKM yang akan dilanjutkan dengan Klinik kurasi koleksi biblioterapi; Implementasi sesi biblioterapi di komunitas; Monitoring dan evaluasi dampak; Publikasi ilmiah dan diseminasi model program

Komitmen Keberlanjutan

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing dengan mengintegrasikan literasi dan kesehatan mental dalam layanan TBM. Kolaborasi antara akademisi dan komunitas literasi ini diharapkan mampu melahirkan model praktik baik (best practice) dalam pengembangan literasi berbasis kesejahteraan psikososial di Indonesia.

Workshop Biblioterapi Level 1 berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas pengelola TBM. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengenalan biblioterapi sebagai pendekatan kesehatan mental berbasis literasi. Aspek inklusivitas diperkuat melalui SDG 10 (Reduced Inequalities), sementara pemanfaatan TBM sebagai ruang sosial mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Kolaborasi antara akademisi dan komunitas literasi dalam kegiatan ini juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Kontak Media:
Tim PKM Biblioterapi Berbasis Komunitas
Pusat Kajian Biblioterapi Indonesia
Gd. FIP Lt. 9 Setiabudi Bandung

Catatan: Projek PKM ini dibiayai oleh Dana Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Universitas Pendidikan Indonesia Tahun Anggaran 2026 Dengan Surat Keputusan Rektor Nomor: 534/UN40/PT.01.01/2026

Scroll to Top