Bandung, 16 Oktober 2025 — Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menerima kunjungan resmi dari Pusat Pembinaan Analis Kerjasama (Pusbin AKS) Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Partere lantai 1 ini bertujuan untuk menjajaki potensi kerja sama strategis dalam bidang pengembangan kurikulum, pelatihan aparatur negara, dan penerapan teknologi pendidikan berbasis Learning Management System (LMS)

Acara dibuka pukul 10.00 WIB oleh Sekretaris Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum (TP-PK), yang mewakili Kaprodi. Dalam sambutannya, Sekprodi menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Pusbin AKS. Bapak Andi Kurniawan, selaku Kepala Pusat Pembinaan Analis Kerja Sama, memaparkan tujuan utama kunjungan, yaitu untuk memperoleh masukan dari UPI dalam pengembangan kurikulum pelatihan bagi Jabatan Fungsional (JF) Analis Kerjasama, merancang model pelatihan berbasis LMS, serta menyusun sistem evaluasi efektivitas pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Prof. Dr. H. Rudi Susilana, M.Si., selaku dosen Program Studi Pengembangan Kurikulum dan Wakil Rektor UPI, memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas inisiatif kolaborasi tersebut. Beliau menegaskan bahwa UPI sangat terbuka untuk bekerja sama dalam pengembangan kurikulum inovatif dan pelatihan berbasis teknologi yang mampu memperkuat kompetensi sumber daya manusia aparatur negara.
Sekprodi TP-PK juga memaparkan profil program studi, fokus keilmuan, serta pengalaman kolaboratif UPI dalam pengembangan kurikulum dan pelatihan berbasis kompetensi. Ia menyoroti peran penting UPI dalam mendukung pengembangan media digital pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pelatihan aparatur pemerintahan
Pihak Pusbin AKS kemudian menjelaskan bahwa lembaga tersebut saat ini membina sekitar 3.600 Analis Kerjasama yang tersebar di berbagai instansi pemerintah. Oleh karena itu, kerja sama dengan UPI dinilai strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur melalui pendekatan pendidikan dan teknologi. Dalam diskusi dua arah yang berlangsung interaktif, kedua pihak membahas potensi kolaborasi antara lain pendampingan pengembangan konten modul pelatihan dan rencana pengembangan LMS yang lebih interaktif dan adaptif.
Menutup pertemuan, Sekprodi menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan komitmen kerja sama yang dibangun. Ia berharap hasil diskusi ini dapat segera ditindaklanjuti melalui program konkret di tahun 2026, sebagai langkah bersama dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia aparatur negara melalui pendidikan dan teknologi

