Ketua Prodi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum UPI Hadiri Konferensi Internasional APATE 2025 di Taiwan

Taipei (Taiwan) – Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Dadi Mulyadi, S.Pd., M.T., bersama Prof. Dr. Mohammad Ali, M.A., menghadiri 2025 Asia-Pacific Association for Teacher Education (APATE) Annual Conference yang digelar pada 17–18 Oktober 2025 di National Taiwan Normal University (NTNU), Taipei.

Konferensi yang mengangkat tema “Teacher Education in the Age of AI: Making a Difference in the Asia-Pacific Region” ini dihadiri oleh para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik. Kegiatan ini menjadi wadah untuk bertukar gagasan dan praktik inovatif terkait pendidikan guru di era kecerdasan artifisial (AI).

Dalam sesi Scholarly Individual Paper Presentation A, Dr. Dadi Mulyadi dan Prof. Mohammad Ali mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Teachers’ Acceptance of Artificial Intelligence (AI) in Teaching and Learning: An Analysis Based on the Technology Acceptance Model (TAM)”. Penelitian ini menganalisis sejauh mana guru menerima dan memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam proses belajar-mengajar, serta faktor-faktor yang memengaruhi integrasi teknologi tersebut.

Dalam paparannya, Dr. Dadi Mulyadi menjelaskan bahwa kesiapan guru dalam menghadapi perubahan digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh sikap dan persepsi mereka terhadap inovasi tersebut. “AI tidak menggantikan guru, tetapi memperkuat peran mereka sebagai fasilitator pembelajaran yang lebih adaptif dan bermakna. Tantangan kita bukan hanya memahami teknologinya, tetapi bagaimana menjadikannya alat untuk memperdalam proses belajar,” ungkap Dr. Dadi Mulyadi. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan pendidikan di Indonesia terutama terkait dengan perancangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum yang berkenaan dengan integrasi AI dalam pembelajaran agar lebih responsif terhadap transformasi digital. “Kami ingin hasil riset ini menjadi pijakan bagi pelatihan guru dan kebijakan kurikulum yang mampu mengintegrasikan AI secara etis, efektif, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Selain sesi presentasi ilmiah, konferensi juga menampilkan pembicara kunci dari berbagai universitas terkemuka dunia, antara lain Prof. Dirk Ifenthaler (University of Mannheim, Jerman) yang membahas datafication dan AI dalam konteks pembelajaran, serta Prof. Yuen-Hsien Tseng (NTNU, Taiwan) yang memaparkan penggunaan large language models (LLMs) untuk mengevaluasi respons siswa.

Konferensi dihadiri lebih dari 12 negara dari kawasan Asia Pasifik. Kehadiran perwakilan dari UPI dalam forum akademik internasional ini menunjukkan komitmen universitas dalam memperkuat jejaring riset global dan berkontribusi terhadap wacana pendidikan di era kecerdasan artifisial. Melalui partisipasi aktif ini, diharapkan Universitas Pendidikan Indonesia semakin diakui sebagai pusat keunggulan dalam pengembangan inovasi pendidikan dan teknologi pembelajaran di tingkat Asia-Pasifik.

Scroll to Top