Bandung, 20 Januari 2026 – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Pelatihan Migrasi Open Journal Systems (OJS) 3 sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola jurnal ilmiah dan peningkatan kualitas publikasi akademik berbasis digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 FIP UPI, dan diikuti oleh para pengelola jurnal di lingkungan fakultas.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FIP UPI, Dr. Sardin, M.Si, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan jurnal ilmiah sebagai bagian dari penguatan mutu akademik dan daya saing institusi. Ia menegaskan bahwa penguasaan sistem OJS 3 merupakan langkah strategis untuk memastikan proses publikasi ilmiah berjalan lebih efektif, transparan, dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kepala Divisi Jurnal dan Publikasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI, serta perwakilan dari Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) UPI, yakni Bapak Yana Sopian, M.T., beserta tim. Para narasumber memberikan pemaparan teknis dan strategis terkait migrasi sistem, pengelolaan metadata, keamanan data, serta optimalisasi fitur OJS 3 untuk mendukung kinerja editorial jurnal.
Dalam kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) FIP UPI turut berpartisipasi aktif sebagai bagian dari pengelola jurnal ilmiah di lingkungan fakultas. Ketua Prodi Penmas yang berhalangan hadir diwakili oleh Sekretaris Prodi Penmas, Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Indonesian Journal of Adult and Continuing Education (IJACE)—jurnal ilmiah Prodi Penmas yang telah terakreditasi Sinta 4.
Turut hadir pula Redaktur IJACE, Ade Romi Rosmia, M.Pd, serta Sekretariat Jurnal IJACE, M. Ali Muktamam, M.Pd. Kehadiran tim IJACE menunjukkan komitmen Prodi Penmas dalam memperkuat tata kelola jurnal, meningkatkan mutu layanan editorial, serta memperluas visibilitas publikasi ilmiah di tingkat nasional dan internasional.
Menurut Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para pengelola jurnal untuk memperkuat sistem kerja editorial yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu. “Migrasi ke OJS 3 bukan sekadar perubahan sistem, tetapi juga transformasi tata kelola jurnal menuju praktik yang lebih transparan, efisien, dan berintegritas,” ujarnya.
Lebih dari sekadar peningkatan teknis, pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen FIP UPI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 4 (Quality Education): melalui penguatan sistem publikasi ilmiah yang bermutu, terbuka, dan berkelanjutan sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan;
- SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): dengan pemanfaatan platform digital sebagai infrastruktur akademik yang inovatif;
- SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions): melalui tata kelola jurnal yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Dengan penguasaan sistem OJS 3, para pengelola jurnal di lingkungan FIP UPI diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja editorial, menjaga kualitas proses peer-review, serta memperluas jangkauan dan dampak publikasi ilmiah. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat reputasi akademik dan daya saing global.
Melalui pelatihan ini, FIP UPI menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sistem, sumber daya manusia, dan tata kelola publikasi ilmiah yang profesional dan berintegritas.(Kontributor Humas Prodi, Dadang Yunus Lutfiansyah).
