Prodi BK FIP UPI Perkuat Kolaborasi, Terima Kunjungan Universitas Djuanda

Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia menegaskan peran strategisnya sebagai pusat rujukan pengembangan layanan konseling berbasis bukti dengan menerima kunjungan akademik dan inisiasi kerja sama dari Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda. Prodi BK mengarahkan forum ini pada dampak nyata: penguatan mutu pembelajaran calon konselor, peningkatan kualitas layanan BK di sekolah mitra, serta perluasan jejaring riset-terapan dan pengabdian yang responsif terhadap isu kesejahteraan peserta didik. Melalui paparan profil, diskusi, dan telaah praktik lapangan, Prodi BK menempatkan UPI bukan sekadar lokasi kunjungan, melainkan simpul kolaborasi yang mendorong standar layanan, etika profesi, dan inovasi asesmen konseling yang dapat direplikasi lintas institusi. Berdasarkan surat permohonan kunjungan tertanggal 31 Januari 2026, kegiatan dilaksanakan di lingkungan FIP UPI, Bandung, pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan jumlah peserta 25 orang.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, serta dihadiri para Wakil Dekan di lingkungan FIP, Ketua SKM, pimpinan Prodi BK, dan dosen BK yang mendampingi sesi audiensi dan penjajakan kolaborasi. Selaras dengan semangat program “Berdampak”, kegiatan ini diarahkan menghasilkan keluaran terukur, seperti rancangan program bersama, paket psikoedukasi, modul supervisi praktik lapangan, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui lokakarya dan klinik penyusunan instrumen. Inisiatif tersebut juga beririsan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu pembelajaran dan ekosistem akademik, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan pada kesehatan mental peserta didik, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.
Setelah memetakan peran dan dampak, rekomendasi strategis yang mengemuka meliputi penyusunan peta jalan kerja sama 12–24 bulan dengan indikator capaian, kolaborasi riset-terapan pada isu pencegahan perundungan dan kesejahteraan psikologis, pertukaran praktik baik MBKM dan supervisi, program peningkatan kapasitas bersama, serta pengembangan produk layanan BK yang siap diadopsi sekolah. Rangkaian acara mencakup pembukaan dan sambutan tuan rumah, sambutan pimpinan rombongan, paparan profil dan kinerja Prodi BK, diskusi penjajakan kerja sama riset-pengabdian-pembelajaran, peninjauan sarana pendukung, perumusan butir tindak lanjut, dan penutupan. Melalui kunjungan ini, kedua institusi menargetkan kemitraan yang berkelanjutan, aplikatif, dan memberi manfaat langsung bagi sekolah serta masyarakat, sehingga kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada seremoni, melainkan menghadirkan perbaikan layanan BK dan kualitas lulusan. *Kontributor : Ade Romi Rosmia.

Scroll to Top