Jakarta Selatan – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan kebijakan pendidikan nasional. Salah satu dosen Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, Dr. Mario Emilzoli, M.Pd., terlibat sebagai anggota tim penyusun Pedoman Sekolah Nasional Terintegrasi yang diinisiasi oleh Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan penyusunan Draft 2 pedoman tersebut dilaksanakan pada 16–18 April 2026 di Hotel Aston Priority Simatupang, Jakarta Selatan, sebagai lanjutan dari pembahasan sebelumnya yang telah berlangsung pada 6–8 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan pendidikan untuk menyempurnakan desain kurikulum yang lebih sistemik, berkelanjutan, dan aplikatif di satuan pendidikan.

Dalam forum tersebut, Dr. Mario Emilzoli memberikan sejumlah masukan strategis, khususnya terkait pentingnya perancangan kurikulum yang berkelanjutan dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Ia menekankan bahwa pembelajaran harus dipahami sebagai proses perkembangan kompetensi yang terstruktur melalui pendekatan learning progression.
“Pembelajaran tidak cukup dilihat sebagai kumpulan materi di setiap jenjang, tetapi harus dirancang sebagai lintasan perkembangan kemampuan peserta didik. Yang berubah bukan hanya isi materi, tetapi cara berpikir siswa yang berkembang dari tahap fondasi, penguatan, hingga pendalaman,” jelasnya.Selain itu, Dr. Mario juga menyoroti pentingnya penguatan mekanisme transisi kompetensi antar jenjang. Ia mendorong agar perpindahan peserta didik dari satu jenjang ke jenjang berikutnya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga didasarkan pada kesiapan kompetensi yang dapat ditunjukkan melalui karya atau proyek nyata.
Menurutnya, pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran benar-benar menghasilkan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. “Peserta didik perlu diberikan ruang untuk menunjukkan capaian kompetensinya melalui karya yang relevan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga membahas integrasi kurikulum nasional, kekhasan sekolah, dan konteks lokal dalam satu sistem pembelajaran yang terpadu. Selain itu, dilakukan penataan ulang struktur pedoman agar lebih sistematis dan mudah dipahami, termasuk penambahan visualisasi dalam bentuk diagram dan skema untuk mendukung implementasi di sekolah. Melalui keterlibatan aktif dosen UPI dalam kegiatan ini, diharapkan kontribusi akademik dapat terus mendorong penguatan kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh. Kegiatan penyusunan pedoman ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai model pendidikan yang mampu menghadirkan pembelajaran yang berkesinambungan, relevan, dan berdampak nyata bagi peserta didik.
