MAHASISWA PERPUSINFO UPI LAKUKAN KEGIATAN MONITORING DAN EVALUASI DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG

Rabu, 15 April 2026 — Kelompok mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi UPI yang beranggotakan Alia Nurul Faadiyah, Aufa Fikri Nugraha, Lavenia Intan Putri, dan Sarah Sabila, telah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi di Perpustakaan Politeknik Manufaktur (POLMAN) Bandung, yang berlokasi di lantai 2 Gedung Rinekamaya, Jl. Kanayakan No.21, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan implementasi mata kuliah Monitoring dan Evaluasi yang dibimbing oleh Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom. dan Yayu Wulandari, M.I.Kom. selaku dosen pengampu mata kuliah.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara langsung pada tanggal 15 April 2026, pukul 14.00-16.00 WIB, melalui observasi, wawancara, serta penyebaran kuesioner kepada 30 pemustaka. Pelaksanaan ini mengacu pada Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 5 Tahun 2024 tentang Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi. Selain itu, digunakan pula model evaluasi Course Improvement Through Evaluation yang dikembangkan oleh Lee J. Cronbach untuk menganalisis program dan layanan perpustakaan secara menyeluruh.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap berbagai aspek pengelolaan perpustakaan meliputi pelayanan perpustakaan, pengelolaan koleksi, pemanfaatan teknologi informasi, inovasi layanan, hingga program peningkatan literasi dan kegemaran membaca. Wawancara dilakukan secara langsung bersama pustakawan Bapak Ridho dan Ibu Sally.

Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa Perpustakaan POLMAN Bandung telah memiliki berbagai upaya pengembangan layanan yang cukup baik. Pustakawan mengungkapkan bahwa perpustakaan berupaya menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika. Karena perpustakaan POLMAN tidak berdiri sendiri, inovasi dibuat sesuai dan selaras dengan tujuan dan visi manajemen, ujar pustakawan POLMAN.

Di antara inovasi yang menjadi daya tarik adalah penyediaan co-working space, mesin kopi, serta penggunaan robot dalam membantu proses stock opname. Co-working space tidak hanya digunakan sebagai tempat belajar dan bekerja, tetapi juga sebagai tempat untuk berkumpul, yang didukung oleh layanan mesin kopi yang disediakan perpustakaan, ujar pustakawan POLMAN.

Di sisi lain, kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga menemukan beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan. Pustakawan sendiri mengakui bahwa inovasi yang dikembangkan belum sepenuhnya sesuai harapan pemustaka, dengan kendala utama berupa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan anggaran yang belum mendukung. Temuan lain mencakup perlunya optimalisasi layanan digital, pengembangan program literasi informasi yang lebih terstruktur, peningkatan sumber daya manusia perpustakaan, serta penguatan kerja sama mitra yang selama ini dinilai masih bersifat formalitas.

Kegiatan ini menjadi pengalaman lapangan penting bagi mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi UPI dalam memahami proses monitoring dan evaluasi perpustakaan secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga memahami tantangan nyata yang dihadapi perpustakaan perguruan tinggi dalam meningkatkan layanan di era digital.

Hasil monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi bagi Perpustakaan POLMAN Bandung dalam mengembangkan layanan perpustakaan yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka.

Kontributor:
Alia Nurul Faadiyah (2311247)
Aufa Fikri Nugraha (2308038)
Lavenia Intan Putri (2311208)
Sarah Sabila (2311675)

Scroll to Top