Bandung, 12 Mei 2026 — Empat mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung sebagai bagian dari implementasi tugas mata kuliah Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan ini dilakukan oleh Edeh, Nasylla Pratiwi, Sekar Ashfiya Prabeus, dan Sheila Novita Wibowo pada Kamis, 30 April 2026, di lingkungan Perpustakaan ITENAS Bandung.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi serta diselaraskan dengan pendekatan Utilization-Focused Evaluation (UFE). Pendekatan ini menekankan pemanfaatan hasil evaluasi oleh pengguna utama untuk mendukung pengambilan keputusan, pengembangan layanan, serta peningkatan kualitas perpustakaan secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, Perpustakaan ITENAS dinilai telah memenuhi sebagian besar aspek Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi, meliputi pengelolaan koleksi, layanan perpustakaan, sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, serta inovasi layanan perpustakaan. Perpustakaan juga memiliki berbagai inovasi layanan seperti layanan paperless tugas akhir, VR Tour Perpustakaan, podcast, ruang entertainment, ruang streaming, serta layanan perpanjangan buku melalui bot Telegram. Selain itu, perpustakaan telah memperoleh akreditasi A serta berbagai penghargaan dan hibah, baik nasional maupun internasional.
Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa perpustakaan secara rutin melakukan survei kepuasan pengguna, audit internal, benchmarking, serta evaluasi layanan sebagai dasar pengembangan program dan peningkatan mutu layanan. Dari sisi fasilitas, perpustakaan telah memiliki gedung tiga lantai dengan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang baca, komputer, sofa, loker, akses koleksi digital, dan layanan daring. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti kepadatan ruang pada area tertentu, pengembangan fasilitas bagi penyandang disabilitas, optimalisasi program literasi, serta pengembangan preservasi koleksi digital.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, tim evaluator memberikan beberapa rekomendasi, di antaranya pengembangan silent zone dan ruang diskusi kedap suara, peningkatan kegiatan literasi informasi dan literasi digital, optimalisasi preservasi digital, pengembangan sumber daya manusia perpustakaan, serta peningkatan layanan berbasis teknologi informasi agar akses layanan menjadi lebih inklusif, efektif, dan mudah dijangkau oleh seluruh pengguna.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi Perpustakaan ITENAS Bandung dalam mempertahankan kualitas layanan sekaligus mendorong pengembangan perpustakaan yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika di era digital.
Kontributor: Edeh (2310908), Nasylla Pratiwi (2312047), Sekar Ashfiya Prabeus (2312448), Sheila Novita Wibowo (2303705).

