Monitoring Dan Evaluasi Perpustakaan Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran

Bandung, 14 Mei 2026 empat orang mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), telah merampungkan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Perpustakaan Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala pada tanggal 13, 20, dan 27 April 2026 di Jl. Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan menggunakan kerangka Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perguruan Tinggi berdasarkan Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 5 Tahun 2024 dan model Total Quality Management (TQM).

Evaluasi ini dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pustakawan tetap, pustakawan magang, dan lima pemustaka, serta pengisian instrumen checklist SNP. Hasilnya mengungkap gambaran perpustakaan yang memiliki kekuatan nyata, namun juga menghadapi sejumlah kesenjangan mendasar dalam operasional dan tata kelolanya.

Perpustakaan PSBJ UNPAD menunjukkan kinerja yang menonjol dalam dua aspek utama. Pertama, koleksi yang tersedia dinilai sangat relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa studi Bahasa Jepang mulai dari kamus, karya sastra, hingga skripsi yang menjadi rujukan utama penelitian. Perpustakaan juga memiliki koleksi budaya otentik yang unik, termasuk instrumen musik tradisional Jepang seperti Shamisen dan Koto, serta koleksi asli dari Jepang yang tidak ditemukan di perpustakaan lain. Kedua, fasilitas ruang yang disediakan mendapat apresiasi tinggi dari pengguna. Tersedianya pojok diskusi, pojok baca personal, dan ruang tatami memberikan kenyamanan yang mendukung produktivitas belajar. Tingkat kunjungan yang relatif tinggi menjadi indikator bahwa perpustakaan masih menjadi pilihan utama mahasiswa sebagai sumber informasi akademik. Perpustakaan juga telah menjalin kerja sama internasional yang aktif, antara lain dengan Nippon Foundation, Shinbun, dan Perpustakaan Jepang Jakarta. Komitmen kepala perpustakaan yang responsif terhadap kebutuhan pengembangan menjadi modal penting bagi perpustakaan ke depan.
Meski memiliki berbagai kekuatan, evaluasi mengidentifikasi beberapa persoalan utama yang menghambat perpustakaan dalam memenuhi Standar Nasional Perpustakaan, diantaranya perpustakaan belum mendapatkan alokasi dana resmi dari Program Studi, sehingga terpaksa mengandalkan pendapatan dari denda pemustaka dan penjualan buku. Kondisi ini sangat membatasi kemampuan perpustakaan untuk berkembang secara terencana. Selain itu, SDM di perpustakaan PSBJ UNPAD belum tersertifikasi. Dari 12 pustakawan yang ada, tidak satu pun yang memiliki sertifikasi profesi. Belum pernah ada pelatihan formal, workshop, maupun seminar yang diselenggarakan. Pustakawan magang hanya mengandalkan arahan dari senior sebelumnya. Selanjutnya pengelolaan perpustakaan masih manual. Seluruh proses operasional, mulai dari pencatatan kunjungan, sirkulasi koleksi, hingga pengambilan keputusan masih dilakukan secara manual. Sistem otomasi perpustakaan (seperti SLiMS) dan katalog online (OPAC) belum diterapkan. Pada Perpustakaan PSBJ UNPAD juga belum ada kebijakan tertulis. Kebijakan pengembangan koleksi tidak terdokumentasi, struktur organisasi tidak dipublikasikan, dan prosedur kerja belum diformalisasi. Akibatnya, pengadaan koleksi masih bersifat reaktif dan bergantung pada permintaan langsung tanpa analisis kebutuhan yang sistematis. Terakir fasilitas inklusif di perpustakaan belum tersedia. Perpustakaan sama sekali belum menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, termasuk aksesibilitas fisik maupun layanan khusus. Hal ini merupakan salah satu kewajiban dalam SNP Perguruan Tinggi yang belum terpenuhi.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Kelompok 2 memberikan beberapa rekomendasi untuk mendukung pengembangan perpustakaan. Rekomendasi tersebut meliputi penerapan sistem otomasi perpustakaan melalui SLiMS, peningkatan kompetensi pustakawan melalui pelatihan dan sertifikasi, penyusunan kebijakan dan struktur organisasi yang lebih jelas, pengajuan anggaran tetap kepada program studi, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara rutin setiap akhir semester berbasis data layanan.
Perpustakaan PSBJ UNPAD memiliki potensi luar biasa yang ditopang oleh keunikan koleksi dan dedikasi tim pengelolanya. Namun tanpa fondasi tata kelola yang terstandar, potensi tersebut tidak akan berkembang secara optimal. Laporan ini kami harapkan menjadi titik awal transformasi yang nyata.

Kelompok 2 – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi
Anggota Kelompok: Aida Nelfauza Nova (2312045), Imelda Allyu Maurahlia F (2301859), Muhammad Akmal Khairudhiyya (2300628), Qonita Shafiyya (2307843)
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia
Dosen Pengampu: Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom.
Yayu Wulandari, M.I.Kom.

Scroll to Top