
Bandung, 23 Mei 2026 – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Upgrading I HIMA Periode 2026–2027 pada Sabtu, 23 Mei 2026 bertempat di Laboratorium Dance Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) UPI. Kegiatan yang diikuti oleh 66 peserta ini menjadi langkah awal dalam membangun kapasitas kepemimpinan, memperkuat ideologi organisasi, serta meningkatkan kompetensi pengurus HIMA sebelum menjalankan berbagai program kerja selama satu periode kepengurusan.
Mengusung semangat pengembangan karakter organisasi, kegiatan upgrading dirancang sebagai media pembelajaran bagi seluruh pengurus agar mampu memahami peran organisasi kemahasiswaan sebagai wadah pengembangan diri, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain mempererat hubungan antarpengurus, kegiatan ini juga menjadi sarana menyamakan visi dan komitmen dalam mewujudkan HIMA Pendidikan Khusus yang aktif, inovatif, dan berdampak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, Alysa Firyaal Zerlina dan Saskia Holipatul A., yang mengawali acara dengan sesi chit-chat interaktif guna membangun suasana yang hangat dan akrab di antara peserta. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Zia Jauhar, kemudian seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya, Mars PLB, dan Hymne PLB sebagai bentuk penguatan rasa nasionalisme sekaligus kebanggaan terhadap Program Studi Pendidikan Khusus.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum HIMA Pendidikan Khusus Periode 2026–2027, serta Dosen Kemahasiswaan Program Studi Pendidikan Khusus, Hendriano Meggy, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Hendriano Meggy menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan tempat terbaik untuk belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan memimpin, bekerja sama, berpikir kritis, dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial. HIMA menjadi laboratorium kepemimpinan yang akan membentuk karakter mahasiswa agar siap menjadi agen perubahan di masyarakat,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan masa kepengurusan sebagai kesempatan belajar, berkarya, serta menghadirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun Program Studi Pendidikan Khusus secara keseluruhan.
Memasuki sesi inti, kegiatan diawali dengan pembukaan sesi pematerian yang dipandu oleh Bintang Keyla, sebelum peserta mendapatkan materi pertama mengenai Analisis Sosial yang disampaikan oleh Rifai’ Gunadi, S.Pd.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami berbagai fenomena sosial yang berkembang di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan isu pendidikan, disabilitas, serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Materi ini memberikan bekal kepada pengurus agar setiap program kerja organisasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Materi berikutnya mengenai Ideologi Politik Organisasi disampaikan oleh Adam Nurmansyah. Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai organisasi, etika berorganisasi, budaya demokrasi, serta proses pengambilan keputusan yang mengedepankan musyawarah dan kepentingan bersama.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika panitia menyelenggarakan sesi Ice Breaking yang dipandu kembali oleh Alysa Firyaal Zerlina dan Saskia Holipatul A. Berbagai permainan interaktif dilakukan untuk meningkatkan semangat peserta sekaligus mempererat kekompakan antarpengurus.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Manajemen Organisasi yang disampaikan oleh Tarishah Aulia. Materi ini membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan organisasi, mulai dari perencanaan program kerja, pembagian tugas, koordinasi antarbidang, komunikasi organisasi, hingga strategi membangun budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.
Memasuki penghujung kegiatan, moderator berganti kepada Fildzah Izzati Ramadhani yang memandu sesi evaluasi. Seluruh peserta mengikuti tes evaluasi yang dipandu oleh Syifa Nursabani Yoga sebagai bentuk refleksi sekaligus pengukuran pemahaman terhadap materi yang telah diberikan sepanjang kegiatan.
Kegiatan hari pertama ditutup dengan penuh semangat oleh Master of Ceremony setelah seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan kondusif.
Ketua Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan upgrading tersebut. Menurut beliau, penguatan kapasitas organisasi mahasiswa merupakan investasi penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan, integritas, dan kemampuan berkolaborasi.
“Kami berharap melalui kegiatan upgrading ini lahir pengurus HIMA yang memiliki visi yang kuat, mampu bekerja secara profesional, serta menghadirkan program-program yang inovatif dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa maupun masyarakat. Organisasi mahasiswa merupakan mitra strategis program studi dalam membangun budaya akademik yang sehat, kreatif, dan inklusif,” tutur Dr. Riksma.
Beliau juga menegaskan bahwa Program Studi Pendidikan Khusus akan terus mendukung berbagai kegiatan pengembangan kemahasiswaan sebagai bagian dari pembentukan kompetensi lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.
Upgrading I HIMA Pendidikan Khusus Periode 2026–2027 menjadi momentum penting dalam membangun fondasi kepemimpinan organisasi yang solid, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Dengan bekal pengetahuan mengenai analisis sosial, ideologi organisasi, dan manajemen organisasi, diharapkan seluruh pengurus mampu menjalankan amanah kepengurusan secara optimal serta menjadi motor penggerak berbagai inovasi kemahasiswaan di Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.

