Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menegaskan perannya sebagai penggerak transformasi layanan akademik melalui rapat pengembangan sistem persuratan digital dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat FIP, Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan/Furqon Lantai 3, Bandung, tersebut diarahkan untuk memperkuat mutu layanan, efisiensi administrasi, serta akses pembelajaran yang lebih luas. Melalui keterlibatan pimpinan fakultas, pimpinan program studi, ketua dan sekretaris SKM, serta tim pengembang, UPI mendorong terbentuknya tata kelola layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Program studi memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung utama antara mahasiswa, tenaga kependidikan, pengelola fakultas, dan dosen dalam alur persuratan maupun penyelenggaraan PJJ.
Dampak yang diharapkan tidak hanya berupa percepatan penyelesaian surat, tetapi juga meningkatnya kepastian layanan bagi mahasiswa. Pada bidang pembelajaran, PJJ diproyeksikan membuka kesempatan belajar yang lebih fleksibel tanpa mengurangi standar akademik. Dosen tetap berperan sebagai perancang, fasilitator, penilai, sekaligus validator akhir hasil belajar mahasiswa.

Sebagai rekomendasi strategis, FIP perlu segera memetakan proses bisnis setiap layanan, menetapkan hak akses pengguna, menyusun standar waktu penyelesaian surat, serta membangun mekanisme evaluasi berkala. Untuk PJJ, prioritas diarahkan pada penyusunan asesmen awal, standar bahan ajar, kerangka LEARN, mekanisme validasi dosen, kebutuhan server, dan peta jalan implementasi menuju Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027.
Rapat yang dipimpin Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu ini membahas dua agenda utama, yaitu pengembangan SIHEBAT sebagai sistem persuratan digital FIP dan penyiapan PJJ. SIHEBAT akan menggunakan domain resmi UPI serta autentikasi Single Sign-On. Layanannya mencakup surat magang, expert judgment, skripsi, tesis, disertasi, dan pengantar etik penelitian.
Program ini sejalan dengan semangat “berdampak” karena perubahan yang dirancang menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa, dosen, program studi, dan tenaga kependidikan. Digitalisasi persuratan mengurangi keterlambatan dan risiko dokumen tercecer, sedangkan PJJ memperluas jangkauan layanan pendidikan serta memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan awal mahasiswa.
Inisiatif tersebut juga mendukung SDGs, terutama Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta Tujuan 16 tentang kelembagaan yang tangguh dan akuntabel. PJJ memperluas akses pendidikan bermutu, sementara SIHEBAT memperkuat inovasi digital dan transparansi tata kelola

