Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia menegaskan perannya sebagai penggerak transformasi pendidikan melalui Webinar Series III dalam rangka Dies Natalis UPI ke-72. Kegiatan bertema “Models of Research in Education: Menjelajahi Metodologi dan Pendekatan Modern untuk Transformasi Pendidikan melalui Model RADEC” dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 16 September 2026. Webinar menghadirkan Prof. Dr. Wahyu Sopandi, M.A., Founder RADEC, sebagai narasumber, Prof. Dr. Aan Komariah, M.Pd., Dekan FIP UPI, memberikan opening speech, serta Dr. Sardin, M.Si., Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu FIP UPI, sebagai moderator.
Melalui kegiatan ini, FIP UPI memperkuat kontribusinya dalam membangun budaya akademik yang tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi mendorong kemampuan berpikir kritis, reflektif, kreatif, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi tindakan. Materi webinar menekankan bahwa transformasi pendidikan perlu diwujudkan melalui transformasi pembelajaran, sehingga peserta didik tidak hanya mengetahui lebih banyak, tetapi mampu memahami secara mendalam, memaknai pengalaman, mengambil keputusan, dan bertindak berdasarkan pemahaman baru.
Dampak kegiatan ini bagi UPI dan program studi di lingkungan FIP terletak pada penguatan kapasitas dosen, mahasiswa, guru, dan peneliti untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual dan berbasis bukti. Model RADEC—Read, Answer, Discuss, Explain, Create—diperkenalkan sebagai alur pembelajaran yang membangun pengetahuan awal, mengaktifkan pemikiran, memperkaya gagasan melalui dialog, memperkuat kemampuan menjelaskan, serta mengarahkan peserta didik menghasilkan karya atau solusi. Materi juga membuka peluang penelitian RADEC pada aspek model, implementasi, dampak, dan konteks melalui pendekatan kuantitatif, kualitatif, maupun mixed methods.
Dalam kerangka program “berdampak”, webinar ini menunjukkan bahwa kegiatan akademik FIP UPI diarahkan pada perubahan nyata dalam praktik pendidikan. RADEC tidak hanya ditempatkan sebagai konsep pembelajaran, tetapi sebagai jembatan antara riset, praktik, kebijakan, inovasi, dan kebutuhan masyarakat. Dampaknya diharapkan muncul pada peserta didik, profesionalisme guru, budaya belajar sekolah, hingga penguatan kebijakan pendidikan berbasis evidence.

Secara strategis, FIP UPI direkomendasikan membangun agenda riset RADEC lintas program studi, memperkuat pelatihan dan pendampingan pendidik, menyediakan sumber belajar terbuka, serta memperluas kemitraan dengan sekolah, pemerintah daerah, komunitas, dan perguruan tinggi. Monitoring, evaluasi, dokumentasi praktik baik, dan diseminasi hasil penelitian perlu dilakukan konsisten agar inovasi dapat direplikasi pada konteks yang lebih luas.
Kegiatan ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitasmelalui penguatan pembelajaran bermakna dan inklusif, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pengembangan RADEC berbasis riset, FIP UPI meneguhkan komitmen menghadirkan pendidikan yang inovatif, kontekstual, berkelanjutan, dan berdampak bagi masa depan.
Kontributor : Ade Romi Rosmia

