BANDUNG — Program Studi Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, menyelenggarakan Seminar Pendidikan Nasional 2026 pada Selasa (8/9/2026) di Gedung Achmad Sanusi UPI, Bandung. Mengusung tema “Pendidikan dalam Lanskap Multidimensi: Membangun Solusi Pendidikan yang Kolaboratif dan Berkelanjutan,” seminar ini menjadi forum akademik untuk membahas berbagai tantangan dan kompleksitas pendidikan serta merumuskan perspektif dan gagasan dalam menghadapi kebutuhan pendidikan di masa depan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, Prof. Dr. Aan Komariah, M.Pd., Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan, para Guru Besar serta Dosen Program Studi Administrasi Pendidikan, serta sivitas akademika dan peserta seminar.
Seminar menghadirkan Dr. Edy Suparjito, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kota Bandung, serta Prof. Dr. Asep Sunandar, S.Pd., M.AP., Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, para narasumber menyampaikan berbagai perspektif mengenai dinamika pendidikan dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, kebutuhan peserta didik, serta tuntutan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian dari isu yang dibahas dalam seminar.
Bagi Program Studi Administrasi Pendidikan, penyelenggaraan seminar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pemikiran dan praktik administrasi pendidikan. Interaksi antara akademisi dan praktisi diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam melihat persoalan pendidikan sekaligus membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru.Selain dilaksanakan secara luring di Gedung Achmad Sanusi UPI, seminar juga dapat diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Format pelaksanaan tersebut memungkinkan keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang dan wilayah.
Seminar Pendidikan Nasional 2026 ditutup dengan diskusi dan pertukaran gagasan antara narasumber dan peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk membangun pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

