Focus Group Discussion (FGD) Program Studi Teknologi Pendidikan UPI bersama Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikdasmen.

Bandung, 26–28 September 2025 — Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Kebijakan Strategis Bidang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Digital.

Kegiatan yang berlangsung di Travello Hotel, Bandung ini merupakan bagian dari agenda Finalisasi Proposal dan Instrumen Kajian Implementasi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Buatan (AI). Forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk perwakilan Puskurjar Kemendikbudristek seperti Kepala Pusat Kurikulum Kemendikdasmen Ibu Dr. Laksmi Dewi, M.Pd. dan Dr. Yogi Anggraena, M.Si., , serta para dosen dan peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia, antara lain Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., Dr. Cepi Riyana, M.Pd., dan Dr. Dadi Mulyadi, M.T.

Dalam FGD ini, para peserta berdiskusi intensif mengenai arah kebijakan strategis pengembangan kurikulum nasional, implementasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, serta tantangan integrasi mata pelajaran Coding dan AI di satuan pendidikan. Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk bertukar pikiran, menyusun strategi, dan memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pembuat kebijakan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara umum dan kualitas pembelajaran secara khusus.

Dr. Dadi Mulyadi, M.T., selaku Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat posisi akademik UPI dalam pengembangan inovasi pendidikan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menyinergikan hasil riset dan kebijakan nasional. “Kolaborasi seperti ini adalah langkah konkret dalam memastikan bahwa kebijakan kurikulum dan pembelajaran selaras dengan kebutuhan zaman, terutama di era digital yang semakin menuntut kompetensi baru seperti literasi teknologi dan kecerdasan buatan,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghasilkan berbagai masukan penting untuk penguatan kurikulum dan pembelajaran berbasis teknologi, serta rencana tindak lanjut berupa pengujian instrumen dan pilot project di beberapa satuan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif, FGD ini menjadi langkah nyata menuju pendidikan masa depan yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan. ✨

Scroll to Top