BANDUNG, 12 Mei 2026 — Dalam upaya mengintegrasikan kompetensi teoretis dengan praktik profesional di lapangan, kelompok mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (Perpusinfo) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang beranggotakan Annisa Naila Farah, Galing Ardi Bagaskoro, Jezzyndah Hanifah, dan Raina Dinanti; telah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Yapari Bandung yakni sebuah lembaga swasta yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia pariwisata profesional melalui program studi akomodasi, perjalanan, dan manajemen. Beralamat di Jl. Prof. Dr. Sutami No.81-83, Sukarasa, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40163. Kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan April 2026 ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan dan Informasi yang diampu oleh Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom. dan Yayu Wulandari, M.I.Kom. Pelaksanaan monev dilakukan sebanyak 3 kali pada tanggal, 14, 16, dan 20 April, meliputi kegiatan penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, dan penandaan tabel checklist mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi (SNP PT).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana penyelenggaraan layanan dan manajemen di Perpustakaan STIEPAR Yapari Bandung telah selaras dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perguruan Tinggi, khususnya merujuk pada Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 5 Tahun 2024. Dengan menggunakan pendekatan Logical Framework Approach (LFA), tim evaluator melakukan analisis mendalam terhadap berbagai dimensi, mulai dari aspek masukan (input), proses, hingga dampak (outcome) yang dihasilkan bagi sivitas akademika. Indikator LFA disusun dalam struktur sebab-akibat dengan berbagai dimensi berfokus pada; ketersediaan sumber daya fisik (sarana prasarana), SDM (pustakawan), kebijakan/anggaran, pelaksanaan program kerja, frekuensi pelatihan literasi, aktivitas promosi, hasil langsung seperti jumlah judul koleksi yang mutakhir dan kecepatan akses layanan sirkulasi/referensi, dampak jangka menengah berupa tingkat kepuasan pemustaka, frekuensi kunjungan, serta kontribusi terhadap prestasi akademik.
Kegiatan monev ini melibatkan wawancara dengan kepala perpustakaan serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), penyebaran kuesioner kepada pemustaka, serta observasi langsung terhadap kondisi fisik dan layanan perpustakaan. Temuan lapangan menunjukkan bahwa koleksi perpustakaan telah mencapai standar nasional dengan 8000 judul buku dari empat program studi, namun sistem pelayanan masih berjalan secara manual dan memerlukan percepatan menuju digitalisasi. Ketua LPPM, yang turut menjadi narasumber, menyatakan bahwa penerapan sistem manajemen perpustakaan berbasis teknologi merupakan langkah yang mendesak agar pelayanan dapat berjalan lebih efisien dan mendukung kegiatan tri dharma perguruan tinggi secara optimal.
Selain itu, mayoritas mahasiswa pemustaka memberikan penilaian positif terhadap kualitas layanan perpustakaan. Sebanyak 70,6% responden menyatakan puas dan 29,4% sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan. Ruang baca juga dinilai nyaman oleh seluruh responden, sementara keramahan dan kesigapan pustakawan memperoleh apresiasi tinggi dari mahasiswa. Meski demikian, hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan beberapa tantangan yang masih perlu diperhatikan. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia, di mana perpustakaan saat ini hanya dikelola oleh satu tenaga perpustakaan yang merangkap sebagai kepala perpustakaan. Selain itu, sistem pelayanan masih dilakukan secara manual dan proses digitalisasi layanan belum berjalan optimal.
Kelompok evaluator merekomendasikan percepatan implementasi sistem otomasi perpustakaan seperti SLiMS atau InlisLite, pengembangan repository institusi yang dapat diakses lebih luas, peningkatan koleksi digital, serta penguatan kompetensi tenaga perpustakaan di bidang teknologi informasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik dalam melakukan evaluasi perpustakaan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan informasi di lingkungan pendidikan tinggi. Hasil monitoring dan evaluasi diharapkan menjadi bahan pertimbangan strategis bagi STIEPAR YAPARI Bandung dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan yang lebih modern, inklusif, dan berbasis digital.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI berharap dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan perpustakaan STIEPAR Yapari Bandung, sekaligus memastikan para calon profesional informasi memiliki ketajaman analitis dalam mengawal kualitas institusi penyedia informasi di masa depan.
Kontributor: Annisa Naila Farah (2301412), Galing Ardi Bagaskoro (2306087), Jezzyndah Hanifah (2305582), Raina Dinanti (2311519).

