Bandung, Mei 2026 — Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Perpustakaan Politeknik STIA LAN Bandung sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan dan Informasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 13 April 2026 hingga 4 Mei 2026 di bawah bimbingan dosen pengampu, Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom. dan Yayu Wulandari, M.I.Kom. Adapun kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok 1 yang terdiri atas Anisa Oktafiani Futri (2303859), Haura Naya Shakira (2305193), Nisrina Syahida (2305360), dan Rakha Raihan Sunaka (2311505).
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kesesuaian pengelolaan Perpustakaan Politeknik STIA LAN Bandung dengan SNP Perguruan Tinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2024. Selain itu, evaluasi juga dilakukan untuk menganalisis efektivitas program dan layanan perpustakaan menggunakan Model Evaluasi Suchman yang menitikberatkan pada aspek tujuan program, analisis masalah, pelaksanaan kegiatan, tingkat perubahan yang terjadi, akibat kegiatan, hingga dampak yang dihasilkan terhadap pemustaka.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan teknik pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif. Tim melakukan observasi langsung terhadap kondisi fisik perpustakaan, fasilitas layanan, sarana dan prasarana, serta aktivitas pemanfaatan perpustakaan oleh sivitas akademika. Selain observasi, wawancara semi-terstruktur juga dilakukan bersama Kepala Perpustakaan, Koordinator Bidang Perpustakaan, dan staf perpustakaan untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai pengelolaan koleksi, pelayanan perpustakaan, pengembangan teknologi informasi, inovasi layanan, hingga strategi pengembangan perpustakaan.
Untuk memperoleh gambaran mengenai persepsi pengguna terhadap kualitas layanan, tim juga menyebarkan angket secara langsung maupun daring kepada mahasiswa dan dosen sebagai pemustaka. Kuesioner yang digunakan mengacu pada indikator Standar Nasional Perpustakaan serta komponen dalam Model Evaluasi Suchman. Seluruh data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif untuk menghasilkan evaluasi yang komprehensif mengenai kondisi perpustakaan.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, Perpustakaan Politeknik STIA LAN Bandung menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik terhadap sebagian besar indikator Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi. Perpustakaan dinilai telah memiliki koleksi yang relevan dengan program studi yang ada di lingkungan institusi, khususnya pada bidang Administrasi Negara, Administrasi Publik, dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Selain koleksi cetak, perpustakaan juga telah menyediakan akses terhadap berbagai sumber informasi digital seperti jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, database elektronik, serta repository institusi berbasis digital yang dapat mendukung kebutuhan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam aspek layanan, perpustakaan telah menerapkan sistem otomasi berbasis SLiMS dan menyediakan layanan OPAC untuk mempermudah proses temu kembali informasi. Pengelolaan koleksi juga telah menggunakan standar pengatalogan dan klasifikasi yang berlaku, yaitu AACR dan DDC. Di sisi lain, perpustakaan juga telah melaksanakan berbagai kegiatan pelestarian koleksi melalui pembersihan rutin, fumigasi, pengendalian suhu ruangan, serta perbaikan bahan pustaka yang mengalami kerusakan.
Meskipun demikian, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian dan pengembangan lebih lanjut. Dalam lima tahun terakhir, pengadaan koleksi buku cetak belum dilakukan secara optimal akibat efisiensi anggaran sehingga pengembangan koleksi lebih banyak bergantung pada sumbangan dan pengembangan sumber elektronik. Selain itu, kegiatan cacah ulang dan penyiangan koleksi belum dapat dilaksanakan secara berkala karena adanya kendala administratif terkait status koleksi sebagai Barang Milik Negara (BMN). Dari sisi fasilitas, perpustakaan telah menyediakan ruang baca dan literacy space, namun belum memiliki beberapa fasilitas penunjang seperti ruang penelitian, ruang teater, dan ruang pameran yang dapat mendukung kebutuhan layanan perpustakaan modern secara lebih komprehensif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi perpustakaan, tetapi juga memahami secara langsung pentingnya evaluasi berbasis standar dalam pengembangan kualitas perpustakaan perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga karena memberikan gambaran nyata mengenai implementasi teori monitoring dan evaluasi dalam dunia kerja profesional perpustakaan dan informasi.
Hasil monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi dan pertimbangan bagi Perpustakaan Politeknik STIA LAN Bandung dalam meningkatkan kualitas pengelolaan, pelayanan, serta pengembangan fasilitas perpustakaan di masa mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan mutu institusi serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan literasi akademik di lingkungan perguruan tinggi.

