Bandung, 8 Mei 2026-Dalam upaya mendukung transformasi layanan perpustakaan sekolah berbasis digital, mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yaitu Fathania Aliefa Meshar, Mohammad Yusuf, Qanita Salsabila, dan Syifatul Qalbi melaksanakan kegiatan penerapan sistem otomatisasi perpustakaan menggunakan SLiMS (Senayan Library Management System) di Perpustakaan SD Angkasa 3 Bandung yang berlokasi di Jalan Zuhri Cik Deri, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13, 17, 20, dan 27 April 2026 serta 8 Mei 2026 sebagai bentuk implementasi pembelajaran mata kuliah Perpustakaan Digital yang diampu oleh Gema Rullyana,S.Pd., M.I.kom. dan Yayu Wulandari, M.I.Kom.
Kegiatan magang ini dilaksanakan sebagai wujud penerapan pembelajaran mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan teori pengelolaan perpustakaan ke dalam praktik nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan, tapi juga terlibat langsung dalam pengembangan layanan perpustakaan sekolah dengan cara penataan koleksi dan penerapan sistem otomatisasi. Pemilihan SD Angkasa 3 sebagai tempat kegiatan didasarkan pada usaha untuk mendukung pengelolaan perpustakaan sekolah yang lebih terstruktur dan efisien.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pengelolaan informasi, perpustakaan sekolah juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan sistem digital agar pengelolaan koleksi dan layanan dapat lebih efektif. Dengan demikian, kegiatan ini diarahkan pada implementasi sistem SLiMS (Senayan Library Management System) sebagai langkah awal dalam proses digitalisasi perpustakaan di sekolah.
Kegiatan magang dilaksanakan selama sekitar sebulan dengan jadwal dua kali seminggu. Kegiatan tim berfokus pada pengembangan perpustakaan melalui pengaturan koleksi dan penerapan sistem otomatisasi menggunakan SLiMS (Senayan Library Management System). Kegiatan dimulai dengan observasi untuk mengevaluasi kondisi perpustakaan secara langsung, mencakup pengelolaan koleksi, penataan ruang, serta sistem layanan yang ada. Setelah pengamatan, kelompok melakukan pengelompokan koleksi dengan menggunakan klasifikasi DDC guna mempermudah penyusunan buku secara lebih teratur.
Kegiatan diteruskan dengan penetapan nomor klasifikasi, penyematan label koleksi, penataan kembali rak, dan pengisian data bibliografi ke dalam sistem SLiMS (Senayan Library Management System) secara bertahap. Selain itu, juga dilakukan pengisian data anggota perpustakaan dan percobaan penggunaan sistem agar layanan dapat mulai beroperasi secara digital. Sebagai penutup kegiatan, kelompok menyusun panduan operasional yang sederhana dan memberikan bimbingan kepada pihak sekolah terkait cara menggunakan sistem yang telah diinstal. Melalui serangkaian aktivitas tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman langsung mengenai keadaan pengelolaan perpustakaan sekolah serta proses penerapan digitalisasi yang dapat mendukung pengelolaan perpustakaan secara berkelanjutan.
Selama pelaksanaan kegiatan magang yang berlangsung kurang lebih satu bulan di Perpustakaan SD Angkasa 3 Bandung, banyak hal yang kami temukan di lapangan. Salah satu yang paling mencolok adalah sistem pengelolaan koleksi yang masih sepenuhnya manual. Pencatatan peminjaman buku dilakukan menggunakan buku besar, dan yang cukup mengejutkan, data terakhir yang tercatat di dalamnya berasal dari tahun 2019. Sebagian buku memang sudah pernah diberi nomor klasifikasi, namun sistem tersebut tampaknya sudah lama tidak digunakan. Bahkan, ketika kami mencoba memberikan nomor klasifikasi baru, angkanya jauh berbeda dari yang sudah tertera di buku-buku tersebut. Kini, pustakawan menyusun berdasarkan kode warna label. Misalnya, label hijau untuk buku cerita, sebagai pengganti sistem klasifikasi yang seharusnya.
Dari sisi penataan koleksi, kondisinya cukup beragam. Penataan koleksi di rak belum sepenuhnya rapi, masih banyak buku yang dibiarkan menumpuk di luar rak. Kami bahkan menemukan beberapa judul buku yang eksemplarnya tersebar di rak yang berbeda-beda, sehingga tentu saja menyulitkan siapapun yang sedang mencari. Belum lagi kondisi fisik sebagian buku yang sudah cukup memprihatinkan, sampul yang sobek, bahkan ada yang sudah terlepas sama sekali dari isinya. Dampak dari kondisi ini kami rasakan sendiri saat ada seorang siswa yang datang mencari buku pelajaran. Karena buku yang dicari tidak berada di rak semestinya, kami pun ikut membantu pencarian. Dan meskipun akhirnya buku tersebut berhasil ditemukan, prosesnya memakan waktu yang cukup lama. Kejadian ini menjadi gambaran betapa pentingnya sistem pengelolaan koleksi yang tertata dengan baik.
Selama kegiatan magang berlangsung, kelompok kami berhasil menginstall dan menjalankan SLiMS di Perpustakaan SD Angkasa 3 Bandung. Proses instalasi tidak sepenuhnya berjalan mulus, pada hari pertama SLiMS berhasil dijalankan, namun keesokan harinya muncul kendala pada bagian MySQL yang ada di aplikasi XAMPP yang tidak bisa dinyalakan. Setelah melalui beberapa percobaan, kami akhirnya beralih menggunakan aplikasi lain sebagai pengganti XAMPP, yaitu Laragon, dan sistempun berhasil berjalan kembali.
Selain instalasi SLiMS, kami juga menginstal beberapa aplikasi pendukung lainnya. Pertama, E-DDC yang membantu dalam pemberian nomor klasifikasi pada buku. Kedua, aplikasi NGROK yang memungkinkan SLiMS diakses dari beberapa perangkat berbeda. Tak hanya itu, kami juga turut membantu menata ulang rak-rak buku yang ada di perpustakaan, serta memberikan nomor klasifikasi pada 132 judul buku yang berhasil kami input ke dalam sistem.
Oleh karena itu fitur sirkulasi dan cetak label pada SliMS hendaknya segera dimanfaatkan karena dapat mempermudah proses peminjaman, pengembalian, serta pelabelan koleksi perpustakaan secara lebih cepat. Hal ini agar dapat mendukung penataan koleksi perpustakaan lebih rapi dan pengelolaan yang lebih efektif. Perlu dilakukan hosting OPAC (Online Public Access Catalog) agar katalog buku dapat diakses secara online oleh seluruh siswa dan guru kapan saja dan di mana saja. Dengan demikian siswa maupun guru dapat dengan mudah mencari informasi koleksi tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam penerapan sistem digital perpustakaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi perpustakaan SD Angkasa 3 Bandung menuju layanan yang modern dan efisien. Diharapkan hasil implementasi dan rekomendasi ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan perpustakaan sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan informasi yang lebih inklusif, terstruktur, dan berbasis teknologi digital. Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI berkomitmen untuk terus mendukung upaya pengembangan perpustakaan sebagai pusat informasi yang strategis dalam dunia pendidikan.
Kontributor : Fathania Aliefa Meshar (2401177), Mohammad Yusuf (2408629), Qanita Salsabila (2401835), dan Syifatul Qalbi (2404071).

