BANDUNG, 11 Mei 2026 — Dalam rangka mengimplementasikan pengetahuan teoritis melalui praktik lapangan, sekelompok mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (Perpusinfo) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah melaksanakan kegiatan implementasi sistem otomasi perpustakaan di SMPN 19 Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan mata kuliah Perpustakaan Digital yang diampu oleh Gema Rullyana, M.I.Kom. dan Yayu Wulandari, M.I.Kom.
Tim mahasiswa ini beranggotakan Alya Zahra Rahma Putri, Nadira Putri Rahima, Rivaldi Azhar Priambono, dan Salwa Rasyidah Muthmaina ini melaksanakan project di SMPN 19 Bandung yang berlokasi di Jl. Sadang Luhur XI, Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Kegiatan ini berlangsung sejak April hingga Mei 2026 melalui tahapan observasi, instalasi sistem, penginputan data, hingga sosialisasi penggunaan SLiMS kepada pengelola perpustakaan sekolah.
Kegiatan yang dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan otomasi perpustakaan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan koleksi dan layanan perpustakaan sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal, pengelolaan perpustakaan SMPN 19 Bandung masih dilakukan secara manual, mulai dari pencatatan peminjaman dan pengembalian, pencarian buku, hingga pendataan ketersediaan koleksi. Selain itu, perpustakaan juga belum memiliki pustakawan khusus dengan latar belakang ilmu perpustakaan yang relevan, sehingga pengelolaan dilakukan secara kolaboratif oleh guru dan staf sekolah di waktu luang mereka.
Tim mahasiswa ini melakukan instalasi XAMPP sebagai server lokal dan SLiMS 9 Bulian sebagai sistem otomasi perpustakaan, yang dikonfigurasi menggunakan IP lokal sehingga dapat diakses oleh seluruh perangkat dalam jaringan sekolah. Dari sana, tim menginput data perpustakaan yang mencakup identitas institusi serta 116 judul dengan 246 eksemplar koleksi sesuai kaidah 8 deskripsi bibliografis, dilengkapi dengan pencetakan label punggung dan barcode untuk seluruh eksemplar. Sebagai tahap akhir, tim melaksanakan sosialisasi sekaligus pendampingan langsung kepada tujuh guru pengelola perpustakaan, mulai dari praktik penginputan data bibliografis, pencetakan label dan barcode, hingga simulasi sirkulasi peminjaman dan pengembalian menggunakan alat pemindai barcode.
Kepala Perpustakaan SMPN 19 Bandung, Ana Masliana, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi tim mahasiswa. Menurutnya, tim mahasiswa sangat membantu pengelolaan perpustakaan, yang kini dapat berjalan secara digital melalui berbagai fitur yang tersedia di SLiMS.
Tantangan di balik kegiatan ini ialah perpustakaan yang dikelola sepenuhnya oleh guru yang juga memiliki kewajiban mengajar, tanpa tenaga pustakawan yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan secara khusus. Kondisi ini merupakan gambaran umum yang masih banyak ditemui di perpustakaan sekolah negeri di Indonesia. Melalui kegiatan ini, tim mahasiswa berharap implementasi SLiMS dapat meringankan beban pengelolaan tersebut. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perpustakaan sekolah membutuhkan perhatian lebih, termasuk kehadiran tenaga pustakawan yang memang berdedikasi penuh, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan berkualitas yang sejalan dengan SDGs 4 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Dampak nyata dari implementasi sistem SLiMS ini mulai dirasakan melalui efisiensi waktu dan akurasi data yang meningkat signifikan. Jika sebelumnya para guru pengelola harus melakukan pencatatan peminjaman secara manual yang menyita waktu mengajar, kini proses sirkulasi dapat diselesaikan dalam hitungan detik hanya dengan satu kali pindai barcode. Digitalisasi ini juga memutus rantai kerumitan administrasi; pencarian koleksi menjadi lebih cepat melalui fitur OPAC (Online Public Access Catalog), dan pelaporan statistik perpustakaan kini dapat dihasilkan secara otomatis. Dengan sistem yang lebih terorganisir, para guru dan staf di SMPN 19 Bandung dapat lebih fokus pada fungsi edukasi dan pengembangan minat baca siswa, tanpa lagi terbebani oleh teknis administratif yang repetitif.
Transformasi digital ini membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang keilmuan pengelola dapat dijembatani oleh teknologi yang tepat guna, sekaligus menciptakan ekosistem perpustakaan sekolah yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Sebagai penutup, kegiatan implementasi sistem otomasi perpustakaan berbasis SLiMS di SMPN 19 Bandung diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan perpustakaan sekolah yang lebih modern, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan perpustakaan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi akademik dalam mendukung peningkatan kualitas literasi dan pendidikan. Ke depan, diharapkan semakin banyak perpustakaan sekolah yang mampu melakukan transformasi digital secara berkelanjutan demi terciptanya layanan informasi yang lebih optimal bagi seluruh civitas sekolah.
Kontributor:
Alya Zahra Rahma Putri (2404937)
Nadira Putri Rahima (2403705)
Rivaldi Azhar Priambono (2407920)
Salwa Rasyidah Muthmainah (2404669)

