Upaya Modernisasi Perpustakaan SDN 085 Ciumbuleuit, Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Coba Hadirkan Sistem SLiMS

Kota Bandung, 13 April 2026– Selama kurang lebih 5 minggu sudah keempat mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia yang beranggotakan Alfia Honey Assyariefa, Ignasya Sista Gaprilla, Nabil Aditia, dan Sabrina An Nissa Fitria melaksanakan instalasi sistem otomasi perpustakaan SLiMS (Senayan Library Management System) pada Perpustakaan SDN 085 Ciumbuleuit yang berlokasi di Jl. Bukit Raya No. 173 Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini dimulai pada 13 April 2026 hingga 5 Mei 2026 dan dilaksanakan dalam rangka memenuhi bobot tugas Mata Kuliah Perpustakaan Digital sebagai praktik penerapan teori yang sudah dipelajari pada bangku perkuliahan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga mendukung salah satu butir yang tertera dalam Tridharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat. Pada pelaksanaannya, aktivitas ini ikut pula mendukung berbagai macam poin SDGs; seperti pada SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 yang bertajuk Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Sikap optimis yang dipancarkan oleh tim mahasiswa sudah terlihat sejak awal proses observasi berlangsung pada 13 April dan diterima sangat baik oleh pihak Perpustakaan Sekolah meski perlu melewati keterbatasan baik dari pihak tempat magang maupun pemagang. Selama jangka waktu tersebut proses instalasi tidak hanya terhenti pada kegiatan digital saja, namun dilakukan juga tahapan-tahapan guna mempermudah proses dalam perangkat digital setelahnya sembari menunggu perangkat yang disediakan sekolah melewati masa TKA (Tes Kemampuan Akademik) yang menyebabkan sekolah membutuhkan ketersediaan perangkat bagi para siswa. Aktivitas yang dilakukan antara lain adalah dengan membersihkan perpustakaan, menata ulang tata letak rak, memisahkan buku pelajaran dengan buku umum, mengklasifikasikan bahan pustaka umum sesuai sistem penomoran DDC, juga sedikit weeding bagi bahan pustaka yang sudah tidak layak dipelihara.

Setelah perangkat komputer sekolah selesai digunakan untuk keperluan TKA, tim mahasiswa langsung bergerak cepat melakukan instalasi sistem otomasi SLiMS. Proses ini meliputi instalasi perangkat lunak XAMPP dan SLiMS, input data bibliografis buku ke dalam sistem digital (berisikan Judul, Penulis, Tahun Terbit, Kota Terbit, Edisi, Cetakan, Bahasa, Penerbit, Nomor Klasifikasi, dan Nomor Panggil), pencetakan dan pemasangan label, pembuatan kartu anggota perpustakaan yang baru untuk siswa, hingga simulasi layanan sirkulasi (peminjaman dan pengembalian) berbasis komputer.

Perjalanan selama lima minggu ini tidaklah instan. Tim mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan nyata di lapangan. Kondisi fisik ruang perpustakaan yang relatif sempit serta adanya kendala struktural berupa atap yang bocor sempat menjadi hambatan dalam proses penataan ulang tata ruang perpustakaan.

Selain faktor sarana prasarana fisik, aspek sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan tersendiri. Kurangnya keterlibatan aktif secara menyeluruh dari pihak sekolah di luar penyediaan sarpras dan pengawas kegiatan magang berlangsung, serta tingginya tingkat mobilitas siswa yang belum terbiasa tertib dalam mengambil dan mengembalikan buku pada tempatnya, menuntut tim mahasiswa untuk berpikir lebih kreatif. Tantangan ini semakin diperberat dengan kondisi pustakawan sekolah—yang memiliki latar belakang non-kependidikan perpustakaan—harus absen dalam waktu yang cukup lama karena kondisi kesehatan yang kurang baik.

Guna mengatasi masalah ruangan yang terbatas dan rawan bocor, tim mahasiswa didampingi Pak Harjito dan rekan staf kebersihan melakukan pemetaan ulang (zonasi) rak buku secara taktis agar koleksi aman dari rembesan air hujan. Untuk mengedukasi para siswa, tim mahasiswa secara telaten memberikan edukasi visual melalui penanda tempat di mana buku harus berada pada rak perpustakaan agar siswa lebih mandiri dan rapi saat memanfaatkan koleksi.

Mengingat pustakawan sekolah sedang sakit dan tidak memiliki latar belakang ilmu perpustakaan, tim mahasiswa menginisiasi penyusunan panduan operasional SLiMS yang ringkas dan mudah dipahami. Panduan ini dirancang khusus agar pemanfaatan sistem otomasi tetap bisa berjalan secara berkelanjutan meskipun nantinya dikelola oleh operator dengan latar belakang non-perpustakaan sekalipun.

Meski awalnya menghadapi dinamika dukungan yang pasang surut, hasil akhir yang ditunjukkan oleh tim mahasiswa pada tanggal 5 Mei 2026 akhirnya menuai apresiasi. Pihak sekolah menyadari bahwa modernisasi ini adalah langkah awal yang sangat berharga untuk masa depan literasi siswa.

Kontributor:
Alfia Honey Assyariefa (2407759)
Ignasya Sista Gaprila (2400228)
Nabil Aditia (2404127)
Sabrina An Nissa Fitria (2404159)

Scroll to Top