Kota Bandung, 12 Mei 2026 — Selama kurang lebih 3 minggu, lima mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yakni Meymey Wulan Puspita, Muhamad Faza Najmuddin, Nasywa Dwi Azalia, Wulan Fitriyani, dan Zia El-Ahmar Hanjani telah menyelesaikan kegiatan praktik penerapan sistem otomasi perpustakaan berbasis SLiMS (Senayan Library Management System) di Perpustakaan SMP Negeri 3 Kota Cimahi, yang lokasi sekolahnya berada di Jl. KPAD Sriwijaya I No.32, Setiamanah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat 40524. Pelaksanaan praktik penerapan sistem otomasi perpustakaan ini merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Perpustakaan Digital yang diampu oleh Gema Rullyana, S.Pd., M.I.Kom dan Yayu Wulandari, S.S.I., M.I.Kom.
Kegiatan praktik ini dilaksanakan kurang lebih 3-4 minggu dengan fokus utama pada penerapan sistem otomasi perpustakaan digital di lingkungan sekolah. Kegiatan dimulai melalui tahap observasi dan perizinan untuk melakukan praktik di sekolah tersebut, penginstalan aplikasi SLiMS, input buku dan cetak barcode hingga sesi sosialisasi kepada para pustakawan di Perpustakaan SMP Negeri 3 Cimahi atau yang dikenal sebagai Perpustakaan Riga.
Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa melakukan berbagai tahapan kerja yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perpustakaan sekolah. Tahapan awal dilakukan melalui observasi langsung terhadap fasilitas, sistem pelayanan, serta pengelolaan koleksi yang sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan pencatatan di buku tulis. Hasil observasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penerapan sistem otomasi yang tepat bagi perpustakaan.
Setelah proses observasi selesai dilakukan, mahasiswa mulai melaksanakan penginstalan aplikasi SLiMS pada komputer perpustakaan. Sistem kemudian dikonfigurasikan agar dapat digunakan sesuai kebutuhan layanan di Perpustakaan Riga. Selain melakukan instalasi sistem, mahasiswa juga membantu proses pendataan koleksi buku ke dalam database SLiMS, mulai dari input data bibliografi, klasifikasi koleksi, identitas buku, hingga pembuatan dan pencetakan barcode koleksi sebagai penunjang layanan sirkulasi perpustakaan.
Tidak hanya berfokus pada penerapan sistem, kegiatan ini juga disertai dengan proses pendampingan dan sosialisasi kepada pengelola perpustakaan sekolah. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan fitur-fitur utama SLiMS, seperti pengelolaan data anggota, katalogisasi, layanan peminjaman dan pengembalian buku, pencarian koleksi melalui OPAC (Online Public Access Catalog), hingga pengelolaan laporan sirkulasi perpustakaan. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, pustakawan diharapkan mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dan memanfaatkan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan perpustakaan.
Selain memberikan manfaat bagi pihak sekolah, kegiatan praktik ini juga menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan, khususnya pada bidang otomasi perpustakaan dan pengelolaan perpustakaan digital. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai aspek teknis penggunaan sistem, tetapi juga memahami proses kerja sama, komunikasi, serta penyesuaian penerapan teknologi dengan kondisi nyata di lapangan.
Kegiatan praktik ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan pengelola perpustakaan. Pihak perpustakaan menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Melalui penerapan sistem otomasi ini, perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan mendorong minat baca siswa melalui layanan perpustakaan yang lebih mudah diakses dan tertata.
“Perpustakaan sebenarnya harus terus maju dan berkembang. Walaupun terkadang semangat dalam pengelolaannya bisa naik turun, sekarang harus mulai lebih semangat lagi karena sudah ada SLiMS. Tinggal bagaimana nantinya ada yang mengelola, menjaga, dan menjalankan sistem tersebut agar bisa terus digunakan,” ujar ibu Elva Kepala Perpustakaan.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya keberlanjutan pengelolaan sistem otomasi perpustakaan setelah proses penerapan selesai dilakukan. Keberhasilan penerapan teknologi di perpustakaan tidak hanya bergantung pada proses instalasi sistem, tetapi juga pada komitmen pengelola dalam memanfaatkan dan mengembangkan sistem secara konsisten. Oleh karena itu, mahasiswa turut memberikan panduan penggunaan dasar SLiMS kepada pustakawan agar proses pengelolaan layanan dapat berjalan lebih optimal ke depannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Perpustakaan SMP Negeri 3 Kota Cimahi dapat menjadi salah satu perpustakaan sekolah yang mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dalam bidang perpustakaan. Pemanfaatan sistem otomasi diharapkan mampu membantu terciptanya layanan perpustakaan yang lebih profesional, efektif, dan efisien, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi di lingkungan sekolah.
Melalui penerapan SLiMS ini, diharapkan perpustakaan dapat berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memanfaatkan sistem secara berkelanjutan serta mengembangkan layanan berbasis teknologi informasi. Dengan demikian, perpustakaan mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif, cepat, dan terorganisasi bagi seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun staf tata usaha, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital dan budaya literasi.
Kontributor: Meymey Wulan Puspita (2402355), Muhamad Faza Najmuddin (2406095), Nasywa Dwi Azalia (2407583), Wulan Fitriyani (2406426), dan Zia El-Ahmar Hanjani (2410292).

