Penguatan Desain Kurikulum Sekolah Nasional Terintegrasi: Dorong Pembelajaran Berkelanjutan Berbasis Kompetensi

Jakarta Selatan – Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menyelenggarakan kegiatan penyusunan Pedoman Kurikulum Sekolah Nasional Terintegrasi yang berlangsung di Hotel Aston Priority Simatupang, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menghadirkan para ahli kurikulum, akademisi, serta praktisi pendidikan dalam rangka merumuskan desain kurikulum yang lebih sistemik, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Salah satu akademisi yang terlibat aktif dalam kegiatan ini adalah Dr. Mario Emilzoli, M.Pd., dosen Program Studi Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, yang turut berkontribusi sebagai anggota tim penyusun pedoman. Dalam forum diskusi, Dr. Mario menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pengembangan kurikulum, khususnya dalam memastikan keberlanjutan pembelajaran dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Menurutnya, kurikulum tidak dapat lagi dipandang sebagai struktur yang terpisah antar jenjang, melainkan harus dirancang sebagai satu kesatuan yang utuh melalui pendekatan learning progression. “Pembelajaran harus berkembang secara bertahap dari fondasi, penguatan, hingga pendalaman. Yang berubah bukan hanya materi, tetapi cara berpikir peserta didik yang semakin kompleks,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Mario juga menyoroti pentingnya penguatan mekanisme transisi kompetensi antar jenjang, di mana perpindahan peserta didik tidak hanya didasarkan pada aspek administratif, tetapi juga pada kesiapan kompetensi yang dimiliki. Ia mengusulkan agar setiap peserta didik memiliki bukti capaian kompetensi melalui karya atau proyek nyata yang relevan dengan kehidupan, serta memungkinkan adanya rekognisi dari lingkungan masyarakat. “Transisi antar jenjang perlu didukung oleh portofolio yang menunjukkan perkembangan nyata peserta didik. Hal ini penting agar pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman, tetapi sampai pada kemampuan menghasilkan solusi dan karya yang bermanfaat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga membahas integrasi kurikulum nasional, kekhasan sekolah, dan konteks lokal dalam satu sistem pembelajaran yang terpadu. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan pengalaman belajar yang tidak terfragmentasi, sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan potensi peserta didik melalui program pengayaan dan jalur talenta. Melalui penyusunan pedoman ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap Sekolah Nasional Terintegrasi dapat menjadi model pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, produktif, dan siap menghadapi tantangan global. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah kebijakan pendidikan nasional, khususnya dalam mewujudkan sistem pembelajaran yang berkesinambungan, berbasis kompetensi, dan berorientasi pada hasil nyata.

Scroll to Top