Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI Lantik Pengurus HIMA dan DPM Periode 2026–2027, Wujudkan Organisasi Mahasiswa yang Progresif dan Berintegritas

Bandung, 9 Mei 2026 – Program Studi Pendidikan Khusus (PKh), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi melaksanakan Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Pendidikan Khusus Periode 2026–2027 pada Sabtu, 9 Mei 2026 bertempat di Auditorium FIP A Lantai 3. Kegiatan berlangsung secara khidmat dan penuh semangat dengan dihadiri oleh 114 peserta, yang terdiri dari pengurus terpilih, dosen, pimpinan fakultas, mahasiswa aktif, serta perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan.

Kegiatan pelantikan ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Program Studi Pendidikan Khusus. Pelantikan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga simbol awal pengabdian dan tanggung jawab baru bagi para pengurus yang akan menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, Vyanda Aulia Nazwa dan Marsya, yang memandu jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir. Suasana formal dan penuh makna semakin terasa melalui pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Arya Setia, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Zelda.

Memasuki agenda utama, Dosen Kemahasiswaan Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, Hendriano Meggy, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus pesan kepada seluruh pengurus terpilih. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang pembelajaran kepemimpinan yang sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa.

“Berorganisasi bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, kepemimpinan, dan bagaimana memberikan kontribusi nyata kepada lingkungan sekitar. Kami berharap kepengurusan baru dapat menghadirkan inovasi, menjaga kolaborasi, serta menjadi teladan bagi mahasiswa Pendidikan Khusus,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, HIMA dan DPM memiliki peran strategis sebagai wadah aspirasi mahasiswa sekaligus mitra program studi dalam mendukung pengembangan akademik dan non-akademik.

Prosesi inti pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPM Pendidikan Khusus FIP UPI Periode 2026–2027 oleh Sahlana Izyan Zaina selaku Ketua DPM terpilih. Selanjutnya dilakukan pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Dosen Kemahasiswaan sebagai simbol resmi dimulainya masa kepengurusan baru.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Kepengurusan HIMA Pendidikan Khusus FIP UPI yang dibacakan oleh Bella Anggraeni Putri selaku Ketua HIMA terpilih. Prosesi pelantikan kembali diperkuat melalui pembacaan sumpah jabatan yang menjadi bentuk komitmen moral dan tanggung jawab pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua DPM terpilih menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat menjadi ruang yang inklusif dan aspiratif bagi seluruh mahasiswa Pendidikan Khusus. Sementara itu, Ketua HIMA terpilih menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang aktif, kolaboratif, dan mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa.

Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan oleh perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan FIP UPI melalui sesi prakata dan penyampaian harapan. Dalam kesempatan tersebut, ditekankan pentingnya sinergi antarorganisasi mahasiswa sebagai bagian dari penguatan budaya organisasi yang sehat dan produktif di lingkungan fakultas.

Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Arya Setia, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan awal perjalanan baru kepengurusan HIMA dan DPM Pendidikan Khusus Periode 2026–2027.

Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi para pengurus terpilih untuk menghadirkan berbagai program kerja yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan organisasi, tetapi juga peningkatan kualitas mahasiswa Pendidikan Khusus secara akademik, sosial, dan kepemimpinan.

Scroll to Top