Resmi Dibuka Ketua Prodi, 10 Mahasiswa Penmas FIP Tempuh Sidang Skripsi untuk Menjadi Agen Pemberdayaan

BANDUNG, 23 Desember 2025 – Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) melaksanakan Ujian Sidang Skripsi bagi 10 mahasiswa calon sarjana pada Selasa (23/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan universitas dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung pencapaian SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas).

Acara pembukaan sidang yang berlangsung di Gedung FIP Lantai 10 ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan program studi. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Prodi Penmas, Dr. Yanti Shantini, M.Pd., bersama Sekretaris Prodi Penmas, Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd., serta Sekretaris Tim Pertimbangan Tugas Akhir (TPTA), Sodikin SS, M.Ed, Ph.D.

Resmi Dibuka oleh Ketua Prodi Kegiatan ujian sidang skripsi ini dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi Pendidikan Masyarakat, Dr. Yanti Shantini, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa sidang ini bukan sekadar ujian akhir, melainkan gerbang pembuktian intelektualitas mahasiswa dalam menjawab tantangan sosial di lapangan.

“Hari ini, sepuluh mahasiswa kita akan diuji ketajaman berpikir dan validitas risetnya. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan solusi nyata bagi problematika pendidikan di masyarakat, sekaligus mencetak lulusan yang siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Yanti Shantini saat membuka sesi sidang.

 

Penjaminan Mutu Akademik Kehadiran Sodikin SS, M.Ed, Ph.D. selaku Sekretaris TPTA memastikan bahwa seluruh proses pengujian berjalan sesuai dengan standar akademik yang ketat. Sementara itu, Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd. selaku Sekretaris Prodi, turut memantau kelancaran teknis pelaksanaan sidang guna memastikan setiap mahasiswa mendapatkan hak pengujian yang optimal.

Ke-10 peserta sidang memaparkan beragam tema penelitian unggulan, mulai dari model pemberdayaan ekonomi kreatif, literasi digital masyarakat, hingga pola asuh anak di era modern. Fokus-fokus penelitian ini sangat relevan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat (SDGs Nomor 8) dan kesetaraan pendidikan.

Setelah rangkaian ujian berakhir, para mahasiswa yang dinyatakan lulus diharapkan segera mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk memajukan sektor pendidikan non-formal dan informal di Indonesia. Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama sebelum para mahasiswa memasuki ruang sidang masing-masing

(Kontributor Humas Prodi, Dadang Yunus Lutfiansyah)

Scroll to Top