
BANDUNG, 24 Desember 2025 – Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat relevansi pendidikan dengan menghadiri Rapat Sosialisasi Penyelarasan Kurikulum 2023 di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Agenda strategis ini dilaksanakan hari ini, Rabu (24/12), sebagai upaya sinkronisasi kurikulum dengan standar industri dan perkembangan keilmuan terbaru.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh seluruh jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Dekan FIP, Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek 1), Wakil Dekan Bidang Umum dan Sumber Daya (Wadek 2), hingga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Wadek 3). Kehadiran para pimpinan ini menegaskan urgensi kebijakan kurikulum sebagai fondasi utama kualitas institusi.
Sinergi Pimpinan dan Prodi Turut hadir dalam ruangan, para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi di lingkungan FIP, termasuk pimpinan dari Prodi Penmas. Keterlibatan aktif unsur pimpinan prodi ini bertujuan agar setiap perubahan kurikulum di tingkat fakultas dapat diimplementasikan secara teknis dan taktis pada level mata kuliah.
Dalam sambutannya, Dekan FIP menekankan bahwa penyelarasan Kurikulum 2023 ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas). Kurikulum yang selaras diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara teoretis, tetapi juga kompetitif di pasar kerja internasional.
“Penyelarasan ini adalah instrumen kita untuk memastikan mahasiswa mendapatkan kompetensi yang tepat. Prodi Penmas, sebagai bagian integral dari FIP, memiliki peran sentral dalam mengintegrasikan nilai-nilai pemberdayaan masyarakat ke dalam struktur kurikulum yang lebih modern,” ujar Dekan di hadapan para pimpinan prodi.

Implementasi Strategis Prodi Penmas Bagi Prodi Penmas, rapat ini menjadi wadah untuk memastikan profil lulusan sarjana pendidikan masyarakat tetap relevan dengan dinamika sosial yang ada. Diskusi dalam rapat mencakup penyesuaian capaian pembelajaran lulusan (CPL), integrasi riset-riset terbaru, hingga penyelarasan metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning).
Wadek 1 Bidang Akademik menambahkan bahwa penyelarasan ini juga menjadi jembatan menuju akreditasi internasional. Dengan keterlibatan penuh pimpinan prodi dan sekretaris prodi, proses transisi kurikulum diharapkan berjalan mulus tanpa hambatan administratif yang berarti.
Rapat yang berlangsung dinamis ini ditutup dengan kesepakatan langkah-langkah teknis bagi setiap prodi untuk segera melakukan finalisasi struktur kurikulum di tingkat internal masing-masing.
(Kontributor Humas Prodi, Dadang Yunus Lutfiansyah)
