
Bandung, 8 April 2026 — Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, turut berpartisipasi dalam kegiatan Rapat Koordinasi Peningkatan Akses Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada Rabu, 8 April 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan nonformal di Kabupaten Bandung, termasuk upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), penguatan program wajib belajar 13 tahun, serta pembahasan pengembangan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk mendukung peningkatan indikator pendidikan seperti Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) .
Dalam forum tersebut, hadir berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, kementerian/lembaga, organisasi masyarakat, hingga praktisi pendidikan nonformal. Dari unsur perguruan tinggi, turut hadir Sekretaris Prodi Pendidikan Masyarakat UPI, Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd., sebagai representasi akademisi yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan masyarakat.
Kehadiran Prodi Pendidikan Masyarakat UPI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat.
Rapat koordinasi ini membahas berbagai strategi peningkatan akses pendidikan, termasuk sinergi antarinstansi dalam penanganan ATS, optimalisasi peran PKBM dan SKB, serta penguatan pendekatan berbasis komunitas dalam penyelenggaraan pendidikan masyarakat.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat;
- SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui penanganan Anak Tidak Sekolah dan perluasan layanan pendidikan nonformal;
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pendidikan.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. (Kontributor Humas Prodi Penmas, Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd)
