
BANDUNG, 7 Januari 2026 – Guna menjawab tantangan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan ilmu pendidikan non-formal yang semakin dinamis, Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI menyelenggarakan rapat koordinasi strategis mengenai Penyelarasan Kurikulum. Pertemuan penting ini dilaksanakan pada Senin (05/01) bertempat di Ruang Rapat Lantai 6 Gedung FIP.
Rapat yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 15.45 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan program studi yakni Dr. Yanti Shantini, M.Pd selaku Kaprodi dan Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd selaku Sekretaris Prodi, para dosen pengampu mata kuliah, serta tim pengembang kurikulum internal Penmas yakni Dr. Elih Sudiapermana, M.Pd.
Integrasi SDGs dalam Struktur Kurikulum (SDGs 4 & 8) Agenda utama pertemuan ini adalah melakukan sinkronisasi capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan standar terbaru yang ditetapkan universitas serta kebutuhan sektor pemberdayaan masyarakat. Penyelarasan ini merupakan wujud nyata komitmen prodi terhadap SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas), yaitu memastikan kurikulum yang inklusif, merata, dan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan abad ke-21.
Selain itu, kurikulum yang diselaraskan juga dirancang untuk mendukung SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Dengan mempertajam mata kuliah berbasis praktikum dan kewirausahaan sosial, Prodi Penmas berupaya memperpendek masa tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan yang relevan atau menciptakan lapangan kerja baru di sektor pendidikan masyarakat.
Transformasi Berkelanjutan di Lantai 6 Dalam diskusi yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Lantai 6, pimpinan prodi Dr. Yanti Shantini, M.Pd dan Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd menekankan bahwa penyelarasan ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan transformasi substansi pembelajaran. Diskusi mencakup integrasi literasi digital, metode andragogi modern, hingga penguatan riset-riset sosial dalam mata kuliah inti.
“Kurikulum harus menjadi entitas yang hidup dan adaptif. Penyelarasan yang kita lakukan hari ini adalah investasi masa depan agar lulusan Penmas tetap menjadi pionir dalam pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap pimpinan prodi dalam sesi arahannya.
Pada rapat ini juga disepakati beberapa poin : 1) ada penambahan 2 matakuliah baru yakni Teori Pengembangan Masyarakat dan Desain Thingking., 2) ada perubahan sks pada 14 matakuliah program studi yang berimplikasi pada jumlah sks, prodi akan secepatnya untuk menyesuaikan dengan regulasi Universitas, 3) Matakuliah yang ada hari ini harus dilakukan review secara mendalam, terutama berkaitan dengan inidkator kinerja (IK) tiap topik bahasan
Langkah Tindak Lanjut Rapat ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan teknis mengenai struktur mata kuliah unggulan yang akan menjadi ciri khas Prodi Penmas UPI ke depan. Hasil penyelarasan ini selanjutnya akan dibawa ke tingkat fakultas untuk dikoordinasikan lebih lanjut sebelum diimplementasikan secara resmi.
Dengan berakhirnya rapat ini pada pukul 15.45 WIB, Prodi Penmas optimis bahwa pembaruan kurikulum ini akan semakin memperkokoh posisi UPI sebagai pusat keunggulan pendidikan masyarakat di Indonesia.(Kontributor Humas Prodi, Dadang Yunus Lutfiansyah)
