Perkuat Desain Pembelajaran, Dr. Mario Emilzoli Isi Kuliah Tamu di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Surabaya – Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu pada 13 April 2026 dengan menghadirkan narasumber Dr. Mario Emilzoli, M.Pd., dosen Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengalaman belajar lintas perguruan tinggi.
Dalam kuliah tamu tersebut, Dr. Mario Emilzoli membawakan materi bertajuk “Analisis Kebutuhan: Langkah Awal Menuju Kurikulum yang Tepat Sasaran”, yang menekankan pentingnya analisis kebutuhan sebagai fondasi dalam merancang pembelajaran dan kurikulum yang relevan.

Ia menjelaskan bahwa analisis kebutuhan merupakan proses sistematis untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara kondisi pembelajaran saat ini dan kondisi ideal sebagai dasar dalam perancangan pembelajaran. Menurutnya, banyak desain pembelajaran yang kurang efektif karena tidak didasarkan pada analisis kebutuhan yang tepat. Dalam pemaparannya, Dr. Mario menekankan bahwa analisis kebutuhan tidak hanya berfokus pada menemukan masalah, tetapi juga menggali akar penyebab secara mendalam. Mahasiswa diajak untuk membedakan antara masalah, gejala, dan solusi, serta menghindari pendekatan yang hanya berbasis asumsi tanpa data.
Ia juga menguraikan tahapan penting dalam analisis kebutuhan, mulai dari identifikasi masalah yang spesifik dan teramati, analisis penyebab, hingga penentuan kebutuhan pembelajaran yang tepat. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai sumber data seperti observasi, wawancara, angket, dokumen pembelajaran, dan studi literatur untuk menghasilkan analisis yang komprehensif.
Kegiatan ini semakin interaktif dengan adanya pembahasan studi kasus dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Mahasiswa didorong untuk melakukan simulasi analisis kebutuhan secara langsung sehingga mampu mengaitkan teori dengan praktik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya analisis kebutuhan sebagai langkah awal dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang tepat sasaran, kontekstual, dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi akademik antara UPI dan UNESA dalam mengembangkan kualitas pendidikan di bidang Teknologi Pendidikan.

Scroll to Top