Dalam menghadapi arus informasi yang semakin deras di era digital, kemampuan literasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Literasi tidak lagi sekadar kemampuan membaca teks, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami konteks, serta mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermakna. Menjawab tantangan tersebut, diselenggarakan Webinar Literasi Baca Tulis dengan tema “From Reading to Leading: Membangun Daya Pikir Melalui Literasi”.
Webinar ini dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026, pukul 14.00-16.00 WIB, secara Online via Zoom, dan bertujuan untuk mengajak mahasiswa memahami bahwa membaca bukan hanya tentang memahami kata, tetapi juga tentang membangun cara berpikir, memperluas perspektif, serta menjadi pribadi yang lebih reflektif dan kritis dalam menghadapi berbagai persoalan. Webinar ini terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki minat dalam pengembangan literasi, berpikir kritis, dan kepemimpinan diri.
Kegiatan ini dibuka dengan opening speech oleh Dr. Maulana Rezi Ramadhana, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Direktur Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni Universitas Telkom (Tel-U). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya literasi sebagai fondasi dalam membentuk generasi mahasiswa yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Selanjutnya, sesi utama disampaikan oleh narasumber inspiratif, Assoc Prof. Hj. Susanti Agustina, Ph.D., dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, sekaligus penggagas Pusat Kajian Biblioterapi Indonesia. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga praktik langsung bagaimana literasi dapat menjadi sarana pengembangan diri melalui pendekatan biblioterapi.
Melalui webinar ini, peserta akhirnya dapat memahami peran literasi dalam membangun daya pikir kritis (SDG 4 dan SDG 16), mengembangkan kebiasaan membaca yang reflektif dan bermakna (SDG 4 dan SDG 3), memanfaatkan literasi sebagai alat pengembangan diri (SDG 4 dan SDG 8), dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi dalam kepemimpinan (SDG 4 dan SDG 16)
Melalui kegiatan ini diharapkan muncul kesadaran bahwa literasi merupakan langkah awal dalam perjalanan panjang menuju kepemimpinan yang berdaya pikir, berintegritas, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Membaca bukan hanya aktivitas akademik, melainkan proses memahami diri dan dunia. Dari membaca, seseorang dapat berkembang menjadi individu yang mampu berpikir, bertindak, dan memimpin perubahan. From Reading to Leading, saatnya membaca untuk memimpin dan saatnya pemimpin membaca!

