
Bandung, 12 Mei 2026 – Ketua Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan Health Talk “Sekolah-Ku Cicendo–UPI” yang diselenggarakan di Gedung B Lantai 4 Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Keluarga Internasional ini mengangkat tema penting terkait tumbuh kembang anak dan peran keluarga dalam mendukung perkembangan anak di era digital. Acara menghadirkan kolaborasi antara RS Mata Cicendo dan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai bentuk sinergi antara institusi layanan kesehatan dan dunia pendidikan dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengasuhan anak.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., hadir sebagai narasumber utama dengan materi “Perkembangan Anak dan Menyiapkan Kemandirian Anak.” Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya pemahaman orang tua terhadap tahapan perkembangan anak sejak usia dini serta strategi membangun kemandirian sebagai fondasi penting dalam kehidupan anak.
Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga mencakup aspek sosial, emosional, perilaku adaptif, dan kemampuan hidup sehari-hari yang perlu dibangun secara bertahap melalui lingkungan keluarga dan pendidikan yang mendukung.
“Anak bertumbuh bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana mereka belajar mandiri, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan secara bertahap sesuai tahap perkembangannya,” ungkap Dr. Riksma dalam sesi pemaparan.
Beliau juga menekankan bahwa keterlibatan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kemandirian anak. Pendampingan yang konsisten, pemberian kesempatan anak untuk mencoba, serta pola asuh yang adaptif menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Selain materi mengenai perkembangan dan kemandirian anak, kegiatan juga menghadirkan narasumber lain yang membahas topik pengaruh penggunaan gawai (gadget) terhadap perkembangan anak, serta strategi pendampingan orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
Melalui diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai wawasan mengenai pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan stimulasi perkembangan anak secara optimal. Orang tua juga diajak untuk memahami bagaimana membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan berkelanjutan.
Keterlibatan Ketua Program Studi Pendidikan Khusus UPI dalam kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta memperkuat peran akademisi dalam isu-isu perkembangan anak dan pendidikan inklusif.
Partisipasi ini juga sejalan dengan komitmen Program Studi Pendidikan Khusus UPI dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pengasuhan anak berbasis ilmu pengetahuan, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan literasi keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang hadir dan menjadi ruang berbagi pengetahuan antara tenaga kesehatan, akademisi, serta masyarakat dalam membangun pemahaman yang lebih baik mengenai tumbuh kembang anak.
